Pilkada 1 Paslon : Penjabat Siap Kawal Putusan KPU Kota Jayapura

Share it:
Penjabat Wali Kota, Daniel Pahabol, S.Pd, MM
Jayapura, Dharapos.com
Sejak 12 Januari 2017, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Jayapura dipastikan hanya diikuti satu kandidat, yaitu pasangan calon Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano dan sang wakilnya Ir. H. Rustan Saru, MM.

Meski sebelumnya, di setiap kesempatan, Penjabat Wali Kota Daniel Pahabol, S.Pd, MM selalu menyampaikan ke publik bahwa Pilkada yang akan digelar di ibukota Provinsi Papua ini, diikuti dua kandidat calon.

Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya terjadi perubahan pasca dikeluarkannya keputusan baru oleh KPU Kota Jayapura yang menetapkan secara resmi bahwa Pilkada Kota Jayapura pada 15 Februari mendatang hanya diikuti 1 paslon.

KPU Kota Jayapura telah menerbitkan SK Nomor : 04 /Kpts/KPU-KT-JPR/I/2017 tentang Penetapan Satu Pasangan Calon Wali Kota atas nama DR. Benhur Tomi Mano, MM dan calon Wakil Wali Kota atas nama, Ir. H. Rustan Saru, MM yang telah memenuhi syarat.

"Selaku Penjabat Wali Kota, saya akan mengawal putusan ini bersama masyarakat hingga mengantarkan satu kandidat calon ini sampai ke pintu pencoblosan," tegas Penjabat, yang dikonfirmasi, Senin (16/1).

Ia juga memastikan bahwa gambar yang ditampilkan hanya satu paslon yaitu wajah pasangan dengan jargon BTM - HaRUS.

Olehnya itu, selaku Penjabat Wali Kota, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk tetap tenang. Serta tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang negatif terkait dengan persoalan Pilkada yang tentu akan menghancurkan kebersamaan di kota ini.

"Karena kita diatur oleh aturan undang-undang sehingga masyarakat tidak boleh terprovokasi dan terpengaruh dengan kondisi dan keadaan saat ini dan siap untuk melakukan Pemilihan Kepala Daerah pada 15 Februari mendatang," himbaunya.

Ditegaskan pula, Pemerintah Kota Jayapura tidak bisa berbuat apa-apa karena hukum telah menyatakan demikian dan hukum juga telah memberikan peluang dan ruang sehingga sebagai warga yang taat aturan maka wajib mengikuti proses hukum yang sudah berlangsung.

Terkait dengan aksi demo yang dilakukan oleh pihak lain, Penjabat turut membenarkan bahwa masyarakat boleh melakukan hal itu.

Tetapi ia juga mengingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang anarkis karena tentu akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Demo untuk menyampaikan aspirasi itu sah-sah saja tapi tidak boleh melakukan tindakan yang anarkis. Dan tim sukses juga harus menyadari serta mengikuti alur dan irama hukum yang berlaku," sambungnya.

Olehnya itu, kembali Penjabat meminta agar masyarakat diberikan peluang untuk menyukseskan Pilkada Kota Jayapura, 15 Februari mendatang.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga