PT. Telkom Papua Pastikan 27 Januari Jaringan Internet Normal Kembali

Share it:
GM. PT Telkom Papua, Lonely Baringan (kedua dari kiri) saat memberikan keterangan soal putusnya kabel optik di Laut Sarmi dan beberapa item yang harus dilalui dalam rangka proses perbaikan 
Jayapura, Dharapos.com
PT. Telkom Papua menargetkan perbaikan dan penyambungan kabel optik di perairan Sarmi - Jayapura, rampung pada 27 Januari mendatang.

Perbaikan tersebut dilakukan karena adanya kerusakan atau terputusnya kabel optik di laut Sarmi yang mengarah ke Jayapura pada kedalaman 1.100 meter di bawah permukaan laut atau titik putusnya berjarak 9,7 kilometer dari Laut Base'G.

Diketahui, kerusakan ini telah berdampak pada sektor pelayanan yang menggunakan fasilitas internet. Dalam hal ini, masyarakat pelanggan yang berada di Kota Jayapura merasakan betapa besar dampak dari kerusakan tersebut.

Akibatnya, tidak sedikit komentar, tudingan hingga kecaman terlontar dari berbagai pihak yang diarahkan kepada manajemen PT. Telkomsel Jayapura selaku penyedia layanan internet bagi masyarakat setempat.

Menanggapi itu, PT. Telkom selaku penyedia infrastruktur resmi bagi sejumlah anak perusahaannya termasuk salah satunya, PT. Telkomsel menjawab apa yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

General Manager (GM) PT Telkom Papua, Papua Barat dan Maluku, Lonely Baringin mengakui proses perbaikan yang harus dilakukan pihaknya memiliki kesulitan yang tinggi.

"Terkait upaya perbaikan kabel optik, memang kami akui sangat rumit karena memiliki kesulitan yang cukup tinggi sehingga perlu ada teknologi untuk menyelesaikannya," terangnya kepada sejumlah wartawan di Kantor PT. Telkom Papua, Kawasan Base'G, Kota Jayapura, Rabu (18/1).

Diakui Lonely, pihaknya juga diperhadapkan pada berbagai prosedur yang harus dilalui sebelum langkah perbaikan dilakukan.

"Untuk perbaikan kabel optik itu prosedurnya berbeda, karena kami harus melalui proses dengan item yang cukup banyak. Salah satunya, kami harus meminta izin ke Imigrasi untuk melakukan perbaikan di bawah laut karena harus mendatangkan teknisi dari Jepang," urainya.

Kemudian, langkah berikutnya, pihaknya juga masih harus menunggu kapal khusus milik PT. Telkom yang bernama Nusantara Explore yang sementara beroperasi di daerah Sabang, Provinsi Banda Aceh.
Perlu di ketahui kapal untuk perbaikan kabel optik ini hanya satu-satunya yang ada di Indonesia.

"Kami harus menunggu perjalanan kapal dari Aceh ke Papua yang tentunya membutuhkan waktu yang tidak cepat," lanjutnya.

Belum lagi, pihaknya harus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Lantamal, Kementerian Kelautan Perikanan RI,  dan beberapa pihak lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan di dasar laut.

"Dan yang perlu juga masyarakat ketahui, bahwa tidak boleh terjadi kerusakan di dasar laut seperti terumbu karang dan sebagainya sehingga benar-benar dibutuhkan ketelitian dalam melakukan perbaikan kabel optik ini," bebernya.

Sebaliknya, PT Telkom juga harus menyewa satelit guna menjawab kebutuhan masyarakat pengguna internet sementara waktu walaupun tidak semaksimal menggunakan kabel optik.  

Oleh karena itu, Lonely menghimbau kepada seluruh pelanggan Telkomsel untuk bisa bersabar.

"Karena dengan kerusakan ini bukan hanya pelanggan yang dirugikan tetapi kami dari pihak Telkom juga mengalami hal yang sama," kembali bebernya.

Lonely pun memastikan, perbaikan yang dilakukan ditargetkan hingga 27 Januari semua pekerjaan sudah selesai sehingga pelayan internet bagi masyarakat Kota Jayapura normal kembali.

Ke depannya, lanjut dia, untuk mencegah adanya gangguan kabel optik, pihak Telkom sendiri sedang dalam proses merampungkan solusinya antara lain untuk solusi jangka pendek yaitu dengan membangun radio IT dari Jayapura ke Sarmi.

Kemudian, untuk jangka menegah, PT. Telkom sementara membangun link radio dari Sarmi ke Jayapura.

"Sedangkan jangka panjangnya, kami sementara membangun lintas semring kabel dari Jayapura ke Manokwari dan Biak dimana realisasi untuk pekerjaan ini akan selesai pada 2018 mendatang," jelasnya.

Selain tiga program di atas, Lonely juga mengungkapkan PT. Telkom akan membangun kabel optik melalui jalur darat dari Jayapura menuju Sarmi yang sementara ini dalam proses persiapan tender.

Di tempat yang sama, pimpinan PT. Telkomsel M. Muslih juga menambahkan dengan adanya kerusakan kabel optik yang kedua kali ini telah dilakukan analisis dari kejadian yang sama di bulan Oktober 2016 lalu.

Untuk mengatasi kerusakan tersebut pihaknya kemudian berupaya mengoptimalkan fasilitas yang ada.

"Optimalisasinya kami back-up lewat satelit sehingga sedikitnya banyak bisa teratasi dan ada perubahan serta tidak ada masalah baik pada sms dan voice," tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga