Semua Etnis di Kota Jayapura Sama Dimata BTM

Share it:
Warga Dok IX Pantai saat menyambut paslon BTM - HaRUS dengan tarian adat 
Jayapura, Dharapos.com 
Calon Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menegaskan semua etnis yang berdomisili di Kota Jayapura adalah sama dimata dirinya.

Pria yang akrab disapa BTM ini tidak pernah membeda-bedakan setiap suku dan etnis atau orang asli maupun pendatang yang selam ini telah hidup berdampingan di negeri berjuluk Port Numbay ini.

"Siapapun yang tinggal di kota ini apakah dia orang asli Papua atau warga pendatang dengan latar belakang etnis yang berbeda layak mendapatkan pelayanan yang sama," tegasnya saat berdialog dengan ratusan warga Dok IX Pantai, Selasa (3/1).

BTM kembali menegaskan sejak dirinya menjabat sebagai Wali Kota Jayapura pada periode 2011-2016 tidak hanya untuk kepentingan orang-orang Port Numbay saja.

"Selama saya jadi Wali Kota, adalah untuk semua orang yang tinggal di kota ini dan mereka layak mendapatkan pelayanan yang sama," cetusnya.

Karena itu, putra asli Port Numbay ini tidak pernah ragu dengan langkahnya untuk kembali mencalonkan dirinya pada gelaran Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Jayapura pada Februari ini, karena campur tangan Tuhan begitu besar atas perjalanan hidupnya.

Paslon BTM - HaRUS saat menyampaikan orasi politik
Ketua FKPPI Provinsi Papua ini pun mengingatkan apabila warga tidak senang atau suka dengan dirinya agar tidak menjatuhkan pilihan kepadanya.

"Saya mau tegaskan hari ini, kalau bapa, ibu, dan saudara tidak senang dengan saya, maka jangan pilih saya. Pilihlah calon pemimpin sesuai hati nurani masing-masing, tapi bukan dilakukan dengan paksaan ataupun dengan uang bahkan janji-janji yang palsu," imbuhnya sembari mengajak seluruh warga untuk berpegang teguh pada komitmen iman masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, BTM juga berjanji akan berupaya mengatasi kesenjangan sosial seperti masalah pengangguran melalui program padat karya. Salah satunya, melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dalam rangka membuat pelatihan-pelatihan bagi para pemuda/i yang putus sekolah

"Mereka akan dilatih untuk berbagai keahlian untuk bagaimana bisa memperbaiki radio atau servis HP yang rusak begitu pula pelatihan lainnya seperti mengemudi bagi pemuda/i yang putus sekolah untuk kemudian dibuatkan SIM mobil," urainya.

Bahkan, kartu kuning disiapkan juga bagi warga agar bisa diterima bekerja di perusahaan-perusahaan hingga Mall besar yang ada di Kota Jayapura.

Ratusan warga Dok IX Pantai saat menghadiri kampanye BTM - HaRUS 
"Kita juga akan memberikan bantuan modal langsung kepada masyarakat dan pemuda putus sekolah melalui Dinas Sosial dengan diberikan alat untuk mencuci motor," sambungnya.

Hanya saja, diakui BTM,  program-program tersebut belum diketahui masyarakat karena kurangnya dilakukan sosialisasi.

Ia mencontohkan, pada program 5 tahun lalu khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu disiapkan lahan gratis bagi yang meninggal, mobil jenazah hingga pengadaan peti jenazah gratis bagi warga yang tidak mampu namun ternyata belum banyak diketahui masyarakat.

BTM juga berjanji bahwa ke depannya akan dibangun rumah singgah di Kota Jayapura bagi anak-anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, putus sekolah hingga anak-anak yang terikat kepada kebiasaan menghirup aibon.

"Termasuk bagi anak-anak yang tidak mendapat perhatian dari orang tua, karena mereka juga adalah anak-anak Tuhan," tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga