BI Sosialisasikan Uang Baru kepada Rohaniawan se-Kota Jayapura

Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, kembali menggelar kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Uang NKRI Tahun Emisi (TE) 2016.
Share it:
Penyerahan cendera mata oleh Kepala BI Papua Joko Supratikto kepada salah satu peserta
Jayapura, Dharapos.com
Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua, kembali menggelar kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Uang NKRI Tahun Emisi (TE) 2016.

Kali ini sasarannya para Rohaniawan dan perwakilan Gereja se-Kota Jayapura, yang berlangsung di Meeting Room Cenderawasih 2, Swiss-bell Hotel, Selasa (7/2).

"Kegiatan ini dibuat untuk mengklarifikasi dan memberikan pemahaman terhadap berbagai macam isu kontroversial di kalangan masyarakat, terkait dengan gambar uang pecahan Rp 100 ribu yang disebut terdapat simbol komunis," terang pimpinan BI Provinsi Papua, Joko Supratikto.

Mengingat, di Kota Jayapura, gereja memiliki  jemaat yang cukup banyak, sehingga pihaknya berinisiatif memberikan sosialisasi kepada seluruh rohaniawan dan perwakilan gereja agar dapat juga bersosialisasi kepada para jemaatnya.

"Ke depannya, BI Papua juga akan kembali melanjutkan kegiatan serupa dengan sasaran rohaniawan Muslim," tukas Supratikto.

Di saat yang sama, peserta sosialisasi Pendeta Alex Monang Panjaitan yang merupakan perwakilan dari Gereja Pentakosta Indonesia, mengaku bahwa pihaknya sangat menyambut baik kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dibuat oleh BI Papua ini.

"Pemahaman yang sudah di sampaikan oleh BI tadi, sudah menerangkan secara detail bahwa seluruh pahlawan yang ada di Indonesia, sudah membawa nama perwakilan daerah masing-masing," tandasnya.

Diakui Panjaitan, ketika beribadah di gereja saat pengumpulan persembahan, memang kadang-kadang uangnya di remas, jadi uang itu tidak ada artinya lagi.

"Padahal, uang itu bisa ditukarkan, tetapi ini akan saya sosialisasikan kepada Jemaat kita, alangkah baiknya uang persembahan itu dimasukkan ke dalam amplop Sehingga uang itu tetap utuh," akuinya.

Panjaitan juga mengharapkan kepada pihak Perbankan atau BI khususnya, agar uang yang berada dimesin ATM untuk segera dimasukkan uang NKRI yang baru.

"Sehingga tak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan seringnya mendapatkan uang palsu," tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga