BPJS Kesehatan Resmi Luncurkan Fitur Mobile Screening

Share it:
Kepala Departemen Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Divisi Regional XII Papua dan Papua Barat, Dr. K. Hindro Kusumo (kemeja hitam) saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura 
Jayapura, Dharapos.com
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara resmi meluncukan fitur mobile screening pada aplikasi BPJS Kesehatan sejak 1 Februari 2017 untuk kemudahan deteksi dini faktor resiko penyakit.

Kepala Departemen Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Divisi Regional XII Papua dan Papua Barat, Dr. K. Hindro Kusumo dalam jumpa pers mengatakan aplikasi yang di luncurkan tersebut dapat mendeteksi penyakit diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner serta penyakit lainnya.

"Dengan fasilitas ini, bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tak lagi melakukan screening secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan maupun fasilitas kesehatan lainnya yang merupakan mitra.

Kusumo menjelaskan, apabila dari hasil screening peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor screening sekunder.

"Kemudian mereka akan diarahkan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk memperoleh pelayanan tindak lanjut," jelasnya.

Sepanjang 2016 lalu, Kusumo mengakui BPJS Kesehatan telah melakukan screening riwayat kesehatan kepada peserta JKN - KIS di seluruh Indonesia sesuai amanat Perpres Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 12 Tahun 2013 tentang pelayan promotif dan preventif.

Dirincikan, untuk penyakit diabetes melitus sebanyak 702.944 peserta beresiko rendah, 36.225 peserta (sedang) dan 651 peserta beresiko tinggi.

Kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta beresiko rendah, 104.967 peserta beresiko didiagnosa memiliki resiko rendah, 23.307 peserta beresiko sedang, dan 831 peserta beresiko tinggi.

Sementara dikategori penyakit jantung koroner sebanyak 680.172 peserta beresiko rendah, 57.692 peserta beresiko sedang, dan 1.956 peserta beresiko tinggi.

"Masyarakat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan," rinci Kusumo.

Untuk itu, dia mengharapkan semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya. Dengan demikian, semakin cepat pula upaya pengelolaan risiko itu dilakukan yang dipastikan juga akan berdampak pada menurunnya jumlah penderita penyakit kronis.

"Sehingga program JKN - KIS dapat terus berjalan serta memberikan manfaat kepada para peserta yang membutuhkan," harap Kusumo.

Selain menu screening riwayat kesehatan, aplikasi BPJS Kesehatan mobile juga menyediakan menu lain diantaranya peserta JKN - KIS bisa mengecek status kepesertaan, melihat tagihan iuran JKN - KIS, serta melihat lokasi fasilitas kesehatan.

Sementara itu, Fahmi menambahkan JKN - KIS dapat diunduh melalui fasilitas Google Play Store, kemudian dilanjutkan melakukan registrasi dengan mengisi data yang dibutuhkan.

Peserta dapat memilih menu screening riwayat kesehatan dan mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari seperti penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga, dan pola makan peserta.

Ditegaskan Fahmi, jika seluruh pertanyaan sudah dijawab maka peserta akan memperoleh aplikasi tersebut saat itu juga.

"Jika peserta memiliki resiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari," pungkasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga