Di Perbatasan RI-PNG, BI Berencana Adakan Tempat Penukaran Uang

Meningkatnya transaksi jual beli di pasar perbatasan RI – PNG yang menggunakan mata uang Kina, ternyata belum diimbangi dengan keberadaan fasilitas pendukung seperti money changer.
Share it:
Kepala BI Provinsi Papua, Joko Supratikto
Jayapura, Dharapos.com
Meningkatnya transaksi jual beli di pasar perbatasan RI – PNG yang menggunakan mata uang Kina, ternyata belum diimbangi dengan keberadaan fasilitas pendukung seperti money changer.

Akibatnya, kondisi ini telah berdampak pada terhambat proses transaksi, yang pada akhirnya membuat para pedagang dan juga masyarakat setempat kesulitan.

"Salah satu penyebabnya, karena terbatasnya tempat penukaran uang (money changer-red) di kawasan itu sejak tahun 2016 lalu," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Joko Supratikto saat dikonfirmasi di Swiss Bell Hotel, Selasa (7/2).

Terhadap itu, pihaknya sebenarnya sudah berencana membuka sebuah ruangan khusus yang akan digunakan untuk penukaran mata uang asing di daerah tersebut.

Namun, diakuinya, hingga kini belum dapat direalisasikan.

"Hal tersebut dikarenakan adanya musibah kebakaran yang melanda pasar di daerah perbatasan setahun lalu yang menjadi penyebab tertundanya pembangunan fasilitas tersebut," akui Supratikto.

Lebih lanjut, jelas dia, di kawasan perbatasan RI - PNG ini banyak yang masih menggunakan transaksi dengan Kina saat berdagang.

"Jadi, secara perlahan-lahan kita rubah pola itu. Dimana kepada masyarakat yang datang dari negara sebelah harus menukarkan dulu mata uang kina-nya dengan rupiah, dan setelah itu baru melakukan transaksi," tegas Supratikto.

Untuk ke depan, pihaknya sudah kembali melakukan pembicaraan dengan Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua, bahwa nanti di gedung yang baru dibangun di kawasan tersebut, disediakan ruangan khusus untuk money changer.

“Akan kita dorong, di samping Perbankan juga ada money changer. Dalam bahasa Indonesia-nya usaha akuntansi koperasi. Supaya memudahkan masyarakat ketika datang menukarkan uang kina menjadi rupiah," tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga