Gereja Adalah Mitra Pemerintah Membangun Manusia

Penjabat Wali Kota Daniel Pahabol, S.Pd, MM secara resmi membuka kegiatan Sidang Jemaat ke XVI GKI I. S. Kijne Sborhoinyi, Sabtu (25/2).
Share it:
Penjabat Wali Kota saat membuka Sidang Jemaat ke XVI GKI I.S. Kijne Sborhoinyi 
Jayapura, Dharapos.com 
Penjabat Wali Kota Daniel Pahabol, S.Pd, MM secara resmi membuka kegiatan Sidang Jemaat ke XVI GKI I. S. Kijne Sborhoinyi, Sabtu (25/2).

Pembukaan kegiatan yang turut hadiri Pdt. Irene Rumbiak, S.Th mewakili Ketua Klasis GKI Jayapura, di tandai dengan penabuhan tifa dan penyematan tanda peserta.

Tema yang diusung ”Dipersatukan dalam ikatan kasih ini, melihat betapa pentingnya pekerjaan panggilan pelayanan kepada Jemaat Tuhan" dan sub tema "Melalui Sidang Jemaat ke XVI, Kita terus ada dalam Kasih untuk meningkatkan Tri Panggilan Gereja".

Penjabat dalam sambutannya gereja adalah mitra pemerintah yang selalu bersama dan bergandengan tangan dalam rangka membina, membimbing dan membangun manusia.

Dimana gereja membangun dari sisi mental spiritual, sedangkan Pemerintah membangun masyarakat dari sisi fisik sebagai yang telah dilaksanakan membangun masyarakat dan jemaat khusus jemaat GKI I.S. Sborhoinyi.

"Mental anak-anak muda harus dibina sehingga mereka tidak berkecimpung dengan hal-hal yang tidak baik dan tugas gereja adalah untuk membina generasi muda ini agar mereka bisa membangun diri serta menjadi tonggak bagi pembangun Kota Jayapura ke depan," imbuhnya.

Ketua Klasis GKI Jayapura melalui Wakil Sekretaris Klasis Pdt. Irene Rumbiak, STh menguraikan sidang jemaat yang dilakukan saat ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab gereja lebih khusus majelis Jemaat sebagai mandataris dari umat Tuhan.

"Tentu dalam melaksanakan program kerja yang dilakukan periode 5 tahun sebelumnya dan tepat  hari ini berakhir. Sehingga harus dipertanggungjawabkan melalui sidang-sidang jemaat yang dilakukan seperti pada hari ini," urainya.

Sidang jemaat ke XVI ini juga dalam rangka mengevaluasi hasil Sidang Jemaat yang ke - XV.

Dan hal itu yang dirasakan sendiri oleh Ketua majelis, majelis jemaat serta Jemaat dan di gunakan sebagai keputusan pada sidang jemaat ke-XV , dirasakan dan sudah benar-benar dilaksanakan.

Penyematan tanda peserta
"Kita pasti merasa suka cita karena telah dilaksanakan dengan baik namun juga ada perasaan- perasaan yang tidak puas karena dari keputusan sidang ke-XV ada yang tidak dilaksanakan. Sehingga hasil dari sidang yang tidak bisa dilaksanakan dan diselenggarakan itulah yang nantinya akan dievaluasi pada sidang jemaat ke-XVI  ini," akuinya.

Dalam hal ini, apakah majelis Jemaat melaksanakan tugas dengan baik atau tidak termasuk unsur-unsur Jemaat melakukan kegiatan yang ditetapkan dengan baik atau tidak.

"Semua nantinya akan dievaluasi pada sidang saat ini guna mencari jalan keluar serta penyebab kendala yang akan dipercakapkan pada pelaksanaan sidang jemaat ini," lanjut Irene.

Selain itu juga, jemaat diingatkan untuk rumah jabatan Ketua Klasis GKI Jayapura yang hingga saat ini masih menjadi pergumulan.

"Saya ingin mengingatkan juga  pada 10 Maret mendatang merupakan ulang tahun pekabaran Injil di Kota Jayapura sehingga seluruh jemaat diminta untuk terlibat dalam perayaan ini," tukasnya.

Di tempat yang sama Ketua Majelis Jemaat, Penatua Jhon Y. Betaubun, SH, MH, mengajak seluruh anggota majelis untuk terus melayani.

"Karena kita bersidang tidak untuk mencari kesalahan akan tetapi kita bersidang untuk memberikan masukan-masukan terhadap hal-hal yang dianggap masih kurang," imbuhnya.

Betaubun juga mengajak seluruh peserta sidang untuk saling mengevaluasi secara baik apabila ada kekurangan selama pelaksanaan berbagai program.

"Namun jika ada kekurangan pada unsur dan WIK maka itu merupakan kekurangan saya yang tidak mampu untuk melaksanakan pelayanan secara baik," akuinya pula.

Ketua Panitia Persidangan Yosep Kambu, M.Si dalam laporannya mengatakan sidang jemaat ke XVI GKI I.S. Kijne Sborhoinyi dilakukan dengan tujuan untuk menggumuli seluruh pekerjaan Tuhan dalam Jemaat.

Diantaranya, memberikan penilaian dan tanggapan terhadap pelayanan majelis Jemaat sepanjang tahun 2012-2017.

Kemudian, menyusun program 5 tahun ke depan 2017-2022 berdasarkan tanggapan peserta sidang jemaat terhadap pelaksanaan program serta menyusun rencana anggaran pendapatan belanja jembatan 2017-2022.

Sidang jemaat ini berlangsung selama 2 hari mulai  25- 26 Februari 2017.

Kegiatan sidang jemaat ini juga merupakan wujud apresiasi iman untuk melayani Tuhan dalam tatanan Jemaat di dunia ini secara khusus di GKI I. S. Kijne  Sborhoinyi dalam pelaksanaan hasil sidang jemaat ke XV.

"Kami menyadari bahwa di mana masih ada program kegiatan yang tidak dapat berjalan berdasarkan ketentuan waktu yang telah ditetapkan," tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga