HPN 2017, Kekerasan dan Intimidasi Pekerja Pers Jadi Sorotan Jurnalis Papua

Jurnalis di Tanah Papua kembali menyoroti masalah kasus kekerasan dan intimidasi yang masih dialami para pekerja pers di provinsi paling timur Indonesia ini.
Share it:
Belasan jurnalis Papua di Jayapura menggelar aksi demo damai di Lingkaran Lampu Merah
Abepura dalam rangka memperingati HPN ke 72 yang jatuh pada 9 Februari 2017
Jayapura, Dharapos.com
Jurnalis di Tanah Papua kembali menyoroti masalah kasus kekerasan dan intimidasi yang masih dialami para pekerja pers di provinsi paling timur Indonesia ini.


Sorotan tersebut diangkat sejumlah wartawan dan pekerja pers/awak media di Jayapura dengan menggelar aksi demo damai di Lingkaran Lampu Merah Abepura dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 72 yang jatuh pada Kamis (9/2).

Insan pers yang tergabung dalam organisasi kewartawanan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Indonesian Journalis Network (IJN) ini menyuarakan aspirasi mereka dengan mengusung jargon “Salam Satu Jiwa”.

Mereka menyoroti beberapa kasus kekerasan dan intimidasi yang kerap dihadapi oleh jurnalis di lapangan.

Salah satu pesan yang disampaikan
Aspirasi para jurnalis disuarakan melalui papan bertuliskan berbagai isu yang diusung; Jangan Kebiri Kami, Indonesia Penghasil kekerasan Pers ke-IV di Dunia, Go Green Pers – Cinta Damai, Kami Menulis Fakta, Damailah Indonesia, Bersama kita jaga Bhinneka, dll.

Dalam aksi ini, para awak media membagi – bagikan fotocopy UU Pers kepada masyarakat yang melintas, dengan tujuan sebagai sosialisasi agar masyarakat lebih memahami pekerjaan jurnalis.

Masyarakat diharapkan semakin memahami kinerja jurnalis di lapangan bahkan dapat membantunya pula, sebab jurnalis bekerja dengan mengedepankan prinsip keberimbangan dan memiliki kode etik jurnalistik.

Jurnalis Papua juga menyoroti isu-isu hangat di tingkat nasional akhir-akhir ini dan menyuarakan untuk menjaga perdamaian dan menghapus sekat SARA dalam kehidupan bermasyarakat karena kita hidup dalam keberagaman dan kebhinekaan.

"Pesan damai ini disampaikan dari ujung timur untuk Indonesia," kata koordinator aksi Roberth Vanwi di Jayapura, Kamis (9/2).

Koordinator lapangan dan penanggungjawab aksi demo damai jurnalis Papua yakni Gamel (Cendrawasih Pos), Anwar Maga (Kabiro Antara Jayapura), dan RI Vanwi (Pemred Warta Plus).
Kemudian, Eveerth Joumilena (Harian Pagi Papua), Cunding Levi (Pemred Kabar Papua.co), Wilpert Siagian (Detik.com), Odeodata Julia (Netralitasi.com), Arnold Belau (suarapapua.com).

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga