Pasar Mama Papua Diharapkan Jadi Tanggung Jawab Pemkot Jayapura

Wali Kota terpilih DR. Benhur Tomi Mano, MM mengharapkan pasar Mama-mama Papua yang telah dibangun agar tanggung jawab pengelolaannya diserahkan Pemerintah provinsi Papua kepada Pemerintah Kota Jayapura yang nantinya ditangani oleh Dinas Perindagkop setempat.
Share it:
Foto bersama usai pertemuan di kediaman Wali Kota terpilih DR. Benhur Tomi Mano, MM 
Jayapura, Dharapos.com
Wali Kota terpilih DR. Benhur Tomi Mano, MM mengharapkan pasar Mama-mama Papua yang telah dibangun agar tanggung jawab pengelolaannya diserahkan Pemerintah provinsi Papua kepada Pemerintah Kota Jayapura yang nantinya ditangani oleh Dinas Perindagkop setempat.

Harapan tersebut disampaikannya saat menerima kedatangan 6 orang Staf Presiden dari Kementerian BUMN, Damri dan Pokja Papua, dikediamannya, Selasa (21/2) sore.

"Terkait dengan masalah tanah nantinya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah kota untuk penyelesaiannya," janji pria yang akrab disapa BTM ini.

Ia juga meminta kepada tim Staf Ahli Kepresidenan selaku penanggung jawab agar berkoordinasi dengan
Dinas Perindagkop Kota Jayapura terutama dalam merekrut mama-mama Papua yang saat ini berjualan di pasar tenda untuk menjadi prioritas.

"Dalam hal ini mama-mama Papua yang berjualan di emperan toko dan yang menjual noken juga termasuk di dalamnya mama-mama asli Port Numbay dari Kayu Pulo, Kayu Batu, Tobati - Enggros dan Waena harus mendapat los," imbuh pria yang baru saja unggul telak di Pilkada Kota Jayapura pada 15 Februari lalu bersama duetnya, Ir. H. Rustan Saru, MM melawan kotak kosong.

Soal nama pasar juga turut menjadi pembahasan bersama.

"Untuk nama pasar, saya telah mengusulkan kepada Staf Ahli Kepresidenan yaitu harus sesuai dengan kearifan lokal Kota Jayapura. Yang nantinya dilakukan koordinasi dengan Onfoafi Kayu Pulo dalam hal ini Suku Hai selaku pemilik hak ulayat," urainya.

Terkait dengan persiapan untuk rencana peresmian pada bulan Mei mendatang, agar secepatnya dilakukan penataan secara baik dan perlu dilakukan koordinasi dengan pihak Disperindagkop Kota Jayapura.

"Agar sesuai arahan Bapak Presiden RI yaitu pasar tersebut harus  bersih, sehat dan aman. Dan juga para penjual di pasar nanti harus dilatih untuk menggunakan pakaian yang rapi seperti celemek," sambungnya.

Putra asli Port Numbay ini juga pada kesempatan tersebut menyoroti  soal keberadaan judi togel yang sering kali menjadikan para pedagang sebagai lahan empuk melenggangkan bisnis haram tersebut.

"Pasar ini nantinya harus bebas dari togel dan itu akan menjadi perhatian serius," tegasnya.

Sementara itu, terhadap kebijakan los yang tidak diperjualbelikan hingga tidak boleh ada pungutan retribusi, Pemkot akan membuat peraturan Wali Kota yang kemudian nantinya ditingkatkan dengan Peraturan Daerah Pemkot Jayapura.

Pantauan media ini, usai pertemuan dilakukan foto bersama.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga