Pasca Berstatus Tersangka, Polda Papua Didesak Tahan Bupati Biak

Puluhan Mahasiswa Kabupaten Biak dan Mamberamo Raya yang tergabung dalam Koalisi Forum Kawasan (Masyarakat) Biak, LSM Kampak Papua, LSM Pasti Indonesia mendatangi Polda Papua guna mendesak dilakukan penahanan terhadap Bupati Biak Thomas Alfa Edison Ondi, Senin (6/2).
Share it:
Beberapa tuntutan pendemo 
Jayapura, Dharapos.com
Puluhan Mahasiswa Kabupaten Biak dan Mamberamo Raya yang tergabung dalam Koalisi Forum Kawasan (Masyarakat) Biak, LSM Kampak Papua, LSM Pasti Indonesia mendatangi Polda Papua guna  mendesak dilakukan penahanan terhadap Bupati Biak Thomas Alfa Edison Ondi, Senin (6/2).

Pasalnya, Polda Papua pada Desember 2016 lalu telah menetapkan Thomas sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi dana APBD Pemda Mamberamo Raya tahun 2012 - 2013 dengan kerugian negara senilai Rp. 84 Milyar.

Demo yang di pimpin John Mandibo, membawa alat peraga berupa spanduk yang bertuliskan, Forum Peduli Kawasan Biak (FPKB) meminta KPK segera memeriksa Bupati Biak Numfor Thomas Ondi yang telah ditetapkan oleh Polda Papua sebagai tersangka.

Lalu ada pula spanduk bertuliskan, pihaknya meminta Polda Papua segera menyurati Presiden RI, agar mengeluarkan surat izin prinsip pemeriksaan terhadap Thomas Ondi. Dan meminta Polda Papua, Kejaksaan Tinggi Papua, Pengadilan Tipikor Jayapura mempercepat proses hukum tersangka Thomas Ondi.

Sedangkan kalimat lainnya bertuliskan, Selama ini Mamberamo Raya dan Biak menjadi lahan yang subur korupsi bagi Thomas Ondi. Sehingga apabila Thomas Ondi tidak ditahan, maka pihaknya akan melakukan boikot.

Ketua Umum aksi demo, John Mandibo menyampaikan, agar Kapolda Papua tidak berlarut-larut dalam menangani kasus korupsi yang dilakukan Thomas Ondi, apalagi statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kedatangan kami hanya untuk mengecek ke Polda Papua, sudah sejauh mana pihaknya menangani kasus korupsi yang dilakukan Thomas Ondi. Apalagi pada awal Januari lalu, yang bersangkutan tidak hadir saat dipanggil oleh kepolisian,” ungkapnya, usai melakukan pertemuan dengan penyidik Direkrotat Reskrim Khusus Polda Papua, Senin (6/2).

Dalam pertemuan dengan penyidik Direskrim Khusus Polda Papua, kata John, pihaknya diberikan janji oleh kepolisian dalam waktu dua bulan kasus ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua.

“Atas janji yang diberikan, kami akan terus mengawal jalannya proses hukum di kepolisian. Apabila dua bulan ke depan tidak ditepati, maka kami berjanji akan turun dengan massa yang lebih banyak dan akan dilakukan secara nasional, baik itu di Biak, Mamramo Raya dan juga di Jakarta,” ancamnya.

John menambahkan, pihaknya mengenal Thomas Ondi sebagai pemimpin yang membuat resah masyarakat.

Pasalnya, dalam dua tahun terakhir BPK memberikan penilaian terhadap Kabupaten Biak disclaimer.
Bahkan BPK mencatat sejumlah temuan atas penggunaan anggaran APBD Biak.

“Kami juga memegang data kasus dugaan korupsi di Kabupaten Biak yang dilakukan Thomas Ondi, baik itu dana infrastruktur, pengadaan barang dan jasa bahkan di dinas pendidikan maupun honor guru. Apabila ini dibiarkan terus, maka masyarakat Biak akan lebih sengsara ke depannya,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan, kasus korupsi yang dilakukan Bupati Biak Thomas Ondi sejauh ini masih berjalan.

Bahkan, pihaknya telah memanggil satu kali yang bersangkutan, namun berhalangan hadir lantaran sakit.
“Beberapa hari lalu pengacara Thomas Ondi menjelaskan, yang bersangkutan akan hadir pada hari Jumat mendatang. Namun, apabila tidak hadir mereka akan melayangkan surat panggilan kedua, sampai ketiga.
Apabila itu tidak di indahkan, tentunya kita akan memanggil paksa, artinya kita menjalankan SOP terlebih dahulu,” ungkapnya.

Kamal menambahkan, pihaknya optimis dua bulan kedepan kasus ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua. Hanya saja, ini bisa terlaksana apabila pemeriksaan terhadap tersangka bisa dilakukan dengan cepat.

“Sudah ada 16 saksi sejauh ini yang kita periksa, tinggal menunggu penuntasan proses administrasi saja, untuk kita melakukan pelimpahan ke Kejaksaan Tinggi Papua. Kami pihak kepolisian berterima kasih atas dukungan yang diberikan adik-adik mahasiswa untuk menyelesaikan perakara ini,” tegasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga