PBB Apresiasi Komitmen Pemerintah Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Presiden RI, Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan delegasi UN Special Representative of The Secretary General on Violence Against Children dan juga United Nations Children's Fund (UNICEF), Senin (27/2).
Share it:
Presiden RI, Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan delegasi UN Special Representative 
of The Secretary General on Violence Against Children dan juga United 
Nations Children's Fund (UNICEF), Senin (27/2) 
Jakarta, Dharapos.com 
Presiden RI, Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan delegasi UN Special Representative of The Secretary General on Violence Against Children dan juga United Nations Children's Fund (UNICEF), Senin (27/2).

Presiden menerima para delegasi tersebut di Istana Merdeka, Jakarta.

Persoalan mengenai kekerasan terhadap anak merupakan topik yang dibicarakan antara Presiden dengan sejumlah anggota delegasi yang diwakili oleh Marta Santos Pais selaku utusan khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB.

Dalam keterangannya, Marta memberikan apresiasi atas komitmen kuat yang ditunjukkan Pemerintah Indonesia dalam memosisikan anak-anak di agenda pembangunan berkelanjutan.

"Agenda pembangunan berkelanjutan ini memiliki tujuan salah satunya untuk menciptakan dunia yang bebas dari kekerasan untuk semua orang. Kami percaya bahwa anak-anak perlu mendapat perhatian khusus. Dan kami merasa senang dengan prioritas yang diberikan oleh Indonesia untuk mengupayakan pencegahan kekerasan terhadap anak-anak," ujarnya usai pertemuan.

Menurut Marta, berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam memerangi kekerasan terhadap anak dapat dijadikan contoh utama bagi negara-negara Asia maupun dunia.

Oleh karenanya, ia berharap agar Indonesia berkesempatan untuk menyampaikan program dan upaya yang telah dilakukan tersebut kepada dunia luar.

"Setiap tahun pada bulan Juli ada pertemuan penting di New York untuk meninjau kemajuan dalam agenda pembangunan. Kami berharap pada Juli mendatang akan ada kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan upaya dan visi Indonesia dalam menciptakan lingkungan yang bebas kekerasan terhadap anak," harap Marta.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti mengenai pernikahan usia dini yang masih sering ditemukan di Indonesia.

Maraknya pernikahan usia dini dinilai berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu.

Karena itu, pendewasaan usia pernikahan dan pembekalan pengetahuan kesehatan reproduksi mesti dilakukan.

"Di samping itu, dalam sejumlah kasus sering kali mereka tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolahnya. Hal tersebut menjadikan potensi sumber daya manusia Indonesia menjadi sedikit dikorbankan," Marta menambahkan.

Terkait dengan kesehatan, dalam kesempatan tersebut, Marta sempat menyinggung soal sejumlah bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah melalui salah satunya Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Menurutnya, KIS merupakan salah satu investasi berharga yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Marta pun percaya bahwa model investasi tersebut selayaknya ditiru oleh negara-negara lain dalam mengupayakan kesehatan dan pendidikan anak.

"Itulah mengapa kita ingin upaya-upaya yang dilakukan oleh Indonesia dapat didengar dan diikuti oleh negara-negara lain. Tak hanya di Asia tetapi juga di seluruh dunia," tutupnya.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara
Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

(*)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga