Sidang Jemaat ke XXII GKI Maranatha Ardipura Bahas Sejumlah Persoalan

Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jemaat Maranatha Ardipura I, III menggelar Sidang Jemaat ke XXII Tahun 2017 dengan agenda merundingkan berbagai persoalan di dalam pelayanan gereja.
Share it:
GKI Jemaat Maranatha Ardipura I, III menggelar Sidang Jemaat ke XXII Tahun 2017, Jumat (16/2) 
Jayapura, Dharapos.com
Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jemaat Maranatha Ardipura I, III menggelar Sidang Jemaat ke XXII  Tahun 2017 dengan agenda merundingkan berbagai persoalan di dalam pelayanan gereja.

Dalam hal ini, khususnya berbagai persoalan didalam jemaat GKI Maranatha Ardipura I,III untuk periode 2017-2022

"Dalam sidang kali ini, juga diadakan pemilihan majelis jemaat untuk periode 2017-2022 dan pemilihan Badan Pengawas Perbendaharaan Gereja (BPPG)," rinci Ketua Jemaat Maranatha Ardipura I, III Pdt. Eliezer Kualepa, STh, Jumat (17/2).

Pihaknya juga akan melakukan pergantian badan pelayanan unsur-unsur di tengah Jemaat dalam gereja ini antara lain PAR, PAM, PW dan PKB.

"Memang untuk tahun 2017-2022 ini ada sebuah perubahan dimana melalui pergantian ini, mereka semua dipanggil Tuhan untuk terlibat dalam pekerjaan pelayanan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Kualepa menjelaskan dalam sidang ini juga akan membahas dan mengevaluasi apa yang sudah di kerjakan oleh  majelis Jemaat maupun unsur-unsur jemaat di tahun 2016 baik itu program pelayanan maupun kebijakan majelis jemaat termasuk yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gereja Jemaat Maranatha.

Ketua Jemaat Maranatha Ardipura I, III Pdt. Eliezer Kualepa, STh
Dari hasil evaluasi itu dijadikan patokan atau acuan untuk menyusun program-program dan APB Jemaat untuk tahun 2017.

Ia juga mengharapkan semakin banyak orang ada di dalam sebuah persidangan gereja.

"Dimana mereka harus memiliki bekal dan pemahaman dalam kaitannya dengan bagaimana menggumuli segala problema dan pekerjaan pelayanan untuk pertumbuhan Iman setiap anak-anak Tuhan," rinci Kualepa.

Dari hasil keputusan sidang Jemaat ini, semua warga jemaat bukan hanya dapat disentuh dan dilayani di dalam pelayanan yang sifatnya rohani tetapi juga turut dibarengi dengan pelayanan-pelayanan kasih.

"Dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana membicarakan hal-hal yang sedapat mungkin menjadi bagian bersama dengan Pemerintah menghadapi berbagai gejala ataupun penyakit-penyakit sosial," terangnya.

Menurut Kualepa, program yang nantinya akan digerakkan adalah bagaimana anak-anak muda, para remaja hingga orang tua dapat meminimalisirnya melalui pertumbuhan iman.

Karena yang terjadi selama ini mereka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan dan yang pada akhirnya merusak diri sendiri seperti misalnya miras, narkoba maupun tindak KDRT.

"Perilaku-perilaku tidak sehat yang kita jumpai di dalam kehidupan sehari-hari inilah yang sebenarnya menjadi output dari apa yang kami pergumulkan selama ini. Pelayanan ini selain dalam kaitannya dengan pertumbuhan rohani juga hal-hal yang terkait dengan apa menjadi fenomena dan pergumulan sosial masa kini," tukas Kualepa.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga