Tahun 2017, Anggaran Dinsos Kota Jayapura Alami Penurunan

Adanya penurunan anggaran di tahun 2017 telah berimbas pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk di lingkup Pemerintah Kota Jayapura.
Share it:
Kadis Sosial Kota Jayapura, Irawadi
Jayapura, Dharapos.com  
Adanya penurunan anggaran di tahun 2017 telah berimbas pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk di lingkup Pemerintah Kota Jayapura.

Salah satunya, di Dinas Sosial setempat, dimana pada tahun anggaran 2016 mencapai Rp 6,3 Miliar namun di tahun 2017, mengalami penurunan hingga Rp 4,2 Miliar.

"Penurunan ini tentu berpengaruh kepada tupoksi atau tugas pokok, karena berdampak pada beberapa kegiatan yang tidak bisa tercover," terang Kepala Dinsos Kota Jayapura, Irawadi, yang dikonfirmasi, Senin (20/2).

Karena ada banyak masalah sosial yang harus ditangani, sehingga ada beberapa kegiatan yang harus di tarik
untuk menangani itu.

Salah satunya, program prioritas yakni program keluarga harapan yang memang dari Pemerintah pusat, namun Pemkot diwajibkan menyediakan dana sharing atau pendamping sebesar 5 persen.

"Seperti di tahun 2016 dana bantuan keluarga harapan sebesar Rp 12 Miliar untuk masyarakat Kota Jayapura," urainya.

Sementara untuk tahun 2017, diperkirakan anggaran ini masih akan naik karena jumlah penerimanya bertambah.

"Tahun 2016 sebanyak 4.800 lebih dan tahun 2017 akan bertambah sehingga Pemkot sudah tentu harus menyediakan dana penunjang atau pendamping. Dan ni merupakan program dengan dana bantuan langsung yang diterima melalui kantor POS," lanjut Irawadi.

Diakuinya, dengan bantuan ini masyarakat sangat merasakan manfaatnya walau nilainya tidak seberapa.

"Artinya masyarakat yang lain juga merasakan bahwa kenapa kita tidak bisa menerima bantuan tersebut sementara masyarakat yang sudah mendapatkannya banyak hal yang bisa dilakukan meskipun terbatas," akui Irawadi.

Olehnya itu, program ini menurut kacamata Pemkot dan Pempus tetap berlanjut meskipun di tahun ini modelnya sedikit berubah.

"Nantinya akan lebih mudah karena ada yang non tunai seperti program e-warung, artinya dana tunai yang selama ini diberikan Pemerintah pusat kepada masyarakat akan dirubah sistemnya yaitu dibuatkan warung dan uang tersebut diisi dengan 5 jenis bahan pokok," kata dia.

Dimana nantinya penerima manfaat menerima kartu dan bahannya diambil di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

Dirincikan, untuk Kota Jayapura ada 19 tempat yang di berikan sesuai dengan besaran penerima program yang realisasinya akan dilakukan pada 24 Februari nanti.

Untuk pembagian kartu, Pemkot masih melakukan koordinasi dengan Pempus sementara untuk e-warung nanti mencapai 350 keluarga penerima manfaat yang terbagi di 19 tempat.

Foto kartu yang diterima nanti, isinya berkisar Rp 150.000 artinya sesuai dengan jumlah keluarga yang ada.

"Jadi masyarakat saat ke e-warung, dia memilih bahan pokok apa yang akan diambil untuk kebutuhan keluarganya dari lima jenis bahan pokok yang disediakan Pemerintah," sambungnya.

Program ini nantinya akan menjadi program nasional karena di Pulau Jawa juga sudah dimulai dan untuk seluruh Indonesia akan dilaksanakan mulai tanggal 24 Februari dan untuk provinsi Papua hanya dua daerah yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya.

Selain itu, program unggulan Pemkot dalam hal ini Dinas Sosial Kota Jayapura yaitu program pelayanan bagi anak-anak yang hidup di jalan.

"Tahun ini akan dirubah modelnya dimana dulunya kita sifatnya parsial namun saat ini kita akan mengumpulkan 150 anak dan kemudian kita libatkan gereja dan masjid untuk melakukan pembinaan selama 4 bulan termasuk juga Balai Besar Sosial untuk turut membimbing dan menuntun mereka," bebernya.

Ditambahkan, di 2017 Pemkot baru mengcover dan merangkul 150 orang anak-anak yang hidup di jalan.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga