Pokja Papua Komitmen Percepat Program Bagi Kepentingan Masyarakat

Kelompok Kerja (Pokja) Papua yang merupakan gabungan beberapa BUMN yang saat ini melakukan rangkaian perjalanan ke beberapa daerah di wilayah Papua dan Papua Barat.
Share it:
Tampak Direksi BUMN Barata, LEN Energi, Mandiri Bank, Pelindo IV, Perusahaan Perdagangan
Indonesia, Pindad, Pupuk Indonesia, PI Pangan, Sarinah berfoto bersama Bupati Dogiyai, beberapa
Kepala Dinas dan Ketua Pokja Papuam sesaat setelah berlangsung diskusi tentang sinergi antara
BUMN dengan Pemkab dan masyarakat dalam membangun perekonomian dan kesejahteraan
Jayapura, Dharapos.com 
Kelompok Kerja (Pokja) Papua yang yang mendapat dukungan dari beberapa BUMN saat ini sedang melakukan rangkaian perjalanan ke beberapa daerah di wilayah Papua dan Papua Barat.

“Kedatangan Pokja Papua yang merupakan gabungan dari berbagai sektor namun saling mengisi ini adalah untuk melihat sejauh mana bisa dilakukan percepatan dari program-program bagi masyarakat yang tentu solusinya pasti tuntas. Dan itu sudah menjadi komitmen kami,“ ungkap Ketua Pokja Papua, Judith Dipodiputro kepada Dharapos.com, pekan kemarin.

Seperti di Sorong Selatan, Papua Barat, masyarakat membudidaya sagu sehingga melalui PPI akan dilakukan pembinaan agar mereka bisa mengelola bukan saja menjadi tepung tapi menjadi produk turunan.

“Kita juga sudah memikirkan solusi terkait energi alternatif yaitu kombinasi matahari dengan air, namun yang paling utama adalah sampah desa dan jamban desa dimana limbahnya bisa menjadi sumber energi,” urainya.

Lanjut Judith, Pokja Papua juga ingin mengembangkan kerajinan-kerajinan tradisional, karena bagi masyarakat suku asli, kerajinan tradisional yang paling mudah untuk menjadi produk yang paling dipahami.

“Sehingga kami menggandeng  Sarinah yang  merupakan kurator untuk alat-alat kerajinan tradisional,” lanjut dia.

Selain itu, PPI juga diajak untuk meninjau ke beberapa kabupaten yang memiliki sembako tapi juga bisa mengekspor apa yang bisa diekspor.

Seperti yang terjadi di kabupaten Dogiyai dimana masyarakat di daerah ini merupakan penghasil kopi namun terpaksa berhenti untuk memproduksi atau mengolah kopi karena tidak ada pasar.

Suasana  berlangsungnya diskusi tentang sinergi antara BUMN dengan Pemkab dan
masyarakat dalam membangun perekonomian dan kesejahteraan
Kemudian faktor lainnya, seperti masalah transportasi yang begitu sulit dan menjadi sangat mahal serta belum lagi kopi menjadi rusak.

“Maka itu sejak tahun lalu, Pokja Papua mulai melakukan pembinaan oleh para ahli melalui kerja sama dengan Asosiasi Eksportir Kopi Seluruh Indonesia,” cetus Judith.

Pokja juga memiliki pabrik kecil yang terintegrasi dimana saat ini sudah ada mesin penggilingan serta gudang dan telah diintegrasikan ke satu rangkaian .

“Untuk sumber daya manusia yang akan berperan pada pabrik pengolahan kopi pasti membutuhkan sumber daya yang terampil karena kopi yang akan diproduksi adalah yang bisa dikonsumsi sehingga tentunya harus dikerjakan oleh SDM yang terampil,” tandasnya.

Selain itu, SDM di kabupaten tersebut yang harus dibina karena kopi sudah menjadi tradisi mereka

“Kita tidak membawa SDM dari luar karena suku-suku di Papua sudah mengenal kopi begitu lama. Jadi, hanya tinggal kearifan lokal yang kita angkat untuk diteliti kira-kira mana yang masih aktual dan tidak aktual untuk dikembangkan,” rinci Judith.

Sementara untuk kabupaten Dogiyai dan Deiyai yang paling mudah dijual adalah potensi pariwisatanya, di mana Presiden Joko Widodo kini telah menjadi promotor pariwisata di Papua.

Meski perjalanan menuju ke Dogiyai jaraknya jauh untuk sebuah perjalanan pariwisata ke satu tempat .

“Sehingga Dogiyai, Deiyai dan Paniai harus dijadikan daerah tujuan wisata dan untuk mengintegrasikan tiga wilayah ini maka ada pabrik kopi atau museum di Dekay sedangkan di Paniai ada pos country,” tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga