Mobil Hias - Atraksi Tarian Meriahkan Pawai Budaya Nusantara Jelang HUT Ke 107

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT ) ke – 107 Kota Jayapura, Pemerintah melalui Dinas Pariwisata setempat menggelar Pawai Budaya Nusantara yang diikuti puluhan mobil hias dari berbagai paguyuban Nusantara yang ada di kota Jayapura.
Share it:
Penjabat saat mengangkat bendera menandai dimulainya Pawai Budaya Nusantara
Jayapura, Dharapos.com 
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT ) ke – 107 Kota Jayapura, Pemerintah melalui Dinas Pariwisata setempat menggelar Pawai Budaya Nusantara yang diikuti puluhan mobil hias dari berbagai paguyuban Nusantara yang ada di kota Jayapura.

Pawai budaya dengan mengambil star di batas kota Waena, Distrik Heram, Minggu (5/3) di lepas langsung oleh Penjabat Wali Kota, Daniel Pahabol, S.Pd, MM.

Turut mendampingi, Sekretaris Daerah Kota Jayapura Rasmus D. Siahaya, SH, MM, Asisten II Setda Kota, Drs. M. Nur Jainuddin Konu, MKP dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Bernard Fingkreuw, SE.

Penjabat sebelum melepas peserta pawai mengatakan, pawai budaya ini masih dalam rangkaian HUT ke 107 Kota Jayapura pada 7 Maret mendatang.

Atraksi Pencak Silat Sonda Salewa dari Paguyuban Madura 
"Pawai budaya yang diikuti puluhan paguyuban dengan mobil yang dihias sesuai karakter daerah masing-masing kiranya tidak mengurangi semangat, dalam membangun dan mempromosi budaya di kota Jayapura," harapnya.

Untuk itu, Penjabat pun turut mendorong agar budaya yang dimiliki harus dinyatakan kepada dunia dan tidak disembunyikan. Karena dengan begitu maka masyarakat Nusantara yang ada di Kota Jayapura dapat berpartisipasi untuk membangun negeri ini.

Selain pawai Budaya, paguyuban serta masyarakat Port Numbay juga menampilkan tari-tarian adat dari masing-masing daerah diantaranya dari Tana Toraja, Muna, Kampung Nafri, Skouw Sae, Yoka dan kampung Kayu Batu

"Semangat perayaan HUT Kota Jayapura bukan hanya melalui hiasan mobil dan tari-tarian yang ditampilkan, tapi karena kehadiran masyarakat sangat luar biasa karena di kota ini hidup berbagai macam suku bangsa yang ada di Indonesia sehingga memberikan fenomena yang baik. Dan semua suku ikut berperan aktif guna memperingati HUT ke 107," pujinya.

Tari Katumbu dari Paguyuban Muna
Walau rangkaian kegiatan akan ditutup pada hari ini namun Pejabat kembali mengajak seluruh warga kota untuk menghadiri upacara peringatan HUT ke 107 kota pada 7 Maret dan syukuran injil Masuk di Tanah Tabi pada 10 maret mendatang yang akan dilaksanakan di Pantai Metu Debi.

"Tentu pada momen ke 107 tahun ini sekaligus Pemerintah bersama masyarakat Kota Jayapura menyambut kedatangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura terpilih periode 2017-2022, DR. Benhur Tomi Mano, MM dan Ir. H. Rustan Saru, MM," tukasnya.

Ketua Panitia HUT Ke-107, Drs. M. Nur Jainuddin Konu, MKP dalam laporannya menambahkan kegiatan ini diawali dengan pesta budaya pada 4 Maret 2017 dan di lanjutkan pawai budaya pada tanggal 5 Maret.

"Hal ini merupakan salah satu wujud partisipasi masyarakat kota Jayapura dalam memeriahkan HUT kota Jayapura," terangnya.

Tarian Adat Kampung Skouw Sae
Kota Jayapura, lanjut Jainuddin, merupakan miniatur Indonesia yang menunjukkan ke-Bhinekaan Tunggal Ika, karena domisili berbagai macam suku bangsa.

Jainuddin juga berjanji, ke depan kegiatan-kegiatan menyambut HUT kota akan di tingkatkan pada peran serta masyarakat.

Kepala Dinas Parawisata Kota Jayapura, Bernard Fingkreuw, SE juga mengatakan Taman IMBI sebagai lokasi finis pawai budaya dan dilanjutkan dengan atraksi budaya dari masing-masing Paguyuban.

Untuk Papua pada 2017, tidak ada yang mewakili, dan diharapkan tahun depan masing-masing Kabupaten bisa turut serta dalam ajang pesta budaya termasuk partisipasi 7 wilayah suku di Papua

Di momen yang sama, Ketua Kerukunan Sosial Keluarga Muna (KSKM) Jayapura Parahadin menyambut antusias kegiatan ini.

Tarian Pagelo dari Paguyuban Tana Toraja
"Kami dari paguyuban Sulawesi Tenggara sangat antusias atas terselenggaranya Pawai Budaya Nusantara guna menyatukan masyarakat dari berbagai suku dalam Kebhinekaan Tunggal Ika mulai dari Sabang sampai Merauke yang hidup di kota Jayapura," cetusnya.

Yaitu dengan menjalin persatuan antara paguyuban-paguyuban guna menyatukan budaya Nusantara diantara sesama suku yang ada di kota Jayapura sehingga saling mengenal satu dengan yang lain.

Sementara itu, pawai budaya ini menurut Ketua Paguyuban Bali, Dewa sangat baik karena seluruh peserta saling mengenal budaya satu dengan budaya lain.

Begitu pula pengurus Paguyuban Gorontalo, Taufik yang juga mengatakan kegiatan ini sangat baik guna mempersatukan budaya, agama dan suku yang ada di kota Jayapura.

Iring-iring puluhan mobil hias meriahkan Pawai Budaya Nusantara jelang HUT ke 107 Kota Jayapura
Apalagi setiap tahun, event budaya ini tetap dilaksanakan untuk mempererat hubungan antara sesama umat di ibukota provinsi di ujung timur Indonesia ini.

Paguyuban Gorontalo rutin setiap tahun mengikuti kegiatan yang digelar Pemkot melalui Dinas Pariwisata setempat.

Olehnya itu, Taufik berharap kegiatan ini terus dilaksanakan dan seluruh paguyuban dan masyarakat harus dilibatkan pada Pawai Budaya Nusantara seperti ini.

Pantauan media ini di Taman IMBI, acara pentas budaya diawali persembahan tarian dari Kampung Nafri dan Yoka serta aktrasi Pencak Silat dari Sonda Selewa Madura.

Kemudian, tari Katumbu atau yang berarti pergaulan dari Paguyuban Muna, tarian adat  dari Skouw Sae dan tarian Pagelo turut ditampilkan.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga