OP Dapat Kehormatan Hadir di Perayaan 15 Tahun DAP

Lembaga Dewan Adat Papua (DAP) kini tepat berusia 15 tahun namun pada momen hari ulang tahun kali ini, terasa ada yang spesial.
Share it:
Ketua DAP, Perempuan Papua, Dr. Ones Pahabol serta pengurus DAP saat memotong kue HUT ke 15   
Jayapura, Dharapos.com 
Lembaga Dewan Adat Papua (DAP) kini tepat berusia 15 tahun namun pada momen hari ulang tahun kali ini, terasa ada yang spesial.

Dr. Ones Pahabol, MM (OP) mendapat kehormatan diundang untuk hadir pada syukuran yang di gelar di aula  LPMP Provinsi Papua, Selasa (28/2).

Pada acara syukuran tersebut, Ketua DAP Manawir Yarangga menyerahkan kue HUT ke 15 kepada OP mewakili seluruh anak-anak muda Papua dan turut disaksikan oleh seluruh pengurus DAP serta para tamu undangan.

OP dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa DAP mempunyai satu kerinduan besar agar Papua tidak kehilangan hak-hak kesulungannya.

Karena hal itu merupakan sesuatu yang fundamental dan mendasar bagi orang Papua," tegasnya.

"Saya pernah menulis buku referensi dari perjalanan ini yang merupakan satu referensi bahwa Papua adalah saya. Dan di situlah terdapat 1 sahabat yang ditemukan menjadi satu lagu," urainya.

Papua, lanjut OP, dalam peta tergambar seperti seekor burung yaitu Kasuari dan juga ada 1 burung yang hidup di atas pulau Kasuari itu yaitu Burung Cendrawasih.

Ketua DAP saat menyerahkan kue HUT kepada Dr. Ones Pahabol mewakili anak-anak muda Papua
"Cendrawasih merupakan burung emas yang tidak bisa hidup di luar burung kasuari. Dan ini merupakan satu keunikan yang Tuhan berikan dan yang perlu kita simak dengan baik yaitu keunikan yang  diciptakan Tuhan khusus untuk orang Papua. Dan di dalam semua itu juga ada nilai-nilai tertentu yaitu flora dan fauna serta keunikan lainnya dengan suku bangsa yang ada dan yang hidup di tanah Papua," bebernya.

Lebih lanjut, jelas OP, DAP yang telah memasuki usai 15 tahun merupakan suatu kebanggaan bagi lembaga ini terlebih untuk merefleksikan dan mengingatkan bahwa orang Papua harus mempertahankan integritas sebagai anak adat di atas tanahnya sendiri.

"Siapa saja yang hidup dan berdiri di atas tanah Papua, tidak akan pernah membuat perbedaan karena telah tertanam kuat dan kokoh karena Kristus memberkati Tanah Papua," cetusnya.

Pria yang kini telah siap bertarung di Pilkada Papua 2018 ini juga menekankan ada tiga tungku yang sangat penting yang perlu disimak bersama yaitu Adat, Agama dan Pemerintah.

Karena itu, semuanya itu harus dikelola dengan baik karena adat berbicara tentang Pemerintahan kecil dengan sistemnya sendiri sebagai lembaga yang representatif.

Dan untuk seorang pemimpin yang memimpin tanah Papua harus tetap berada dalam 3 tungku tersebut.

Di saat yang sama, Sekretaris Umum DAP, Leonar Imbiri dalam sambutannya juga mengatakan, 15 tahun
lembaga ini berada dalam perjuangan masyarakat adat Papua.

Sekretaris Umum DAP Leonar Imbiri saat memberikan sambutan
"Pada hari ini masyarakat adat di Indonesia bahkan dunia juga sementara berjuang karena realitas dunia menunjukkan bahwa kelompok yang paling mengalami penindasan di dunia ini adalah masyarakat adat," tegasnya.

Mereka  tidak hanya diambil haknya sebagai manusia tapi hak mereka atas tanah dan sumber daya alam juga diambil dan seluruh perencanaan pembangunan masyarakat selalu dilupakan.

Realitas yang terjadi saat ini bahwa masyarakat adat berada dalam suatu proses degradasi dan marginalisasi yang cukup kuat sehingga di usia 15 tahun ini, DAP perlu untuk merefleksi diri.

"Untuk seluruh pelaku pembangunan di tanah Papua maupun di mana saja di seluruh Indonesia bahwa kita pemilik negeri dan kita harus diakui dan dihormati. Dan segala pembangunan harus di negosiasikan dengan masyarakat selaku pemilik negeri ini," dorongnya.

Hanya dengan itu, masyarakat adat bisa membangun jati dirinya dengan bangsa.

"Tetapi tanpa mengakui masyarakat adat, maka pembangunan suatu bangsa atau negara menjadi pembangunan tanpa identitas. Karena identitas dari bangsa itu sendiri ada dalam kearifan masyarakat adatnya, ada norma dan aturannya," tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga