Performa Sektor Tambang di Papua Belum Mengalami Kepastian

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua memasuki tahun 2017, menunjukkan performa sektor pertambangan dan penggalian di perkirakan akan mengalami ketidakpastian dengan resiko tinggi pada penurunan produksi.
Share it:
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Joko Supratikto (tengah), saat menggelar Konferensi Pers
Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Februari 2017, Selasa (7/3)
Jayapura, Dharapos.com
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua memasuki tahun 2017, menunjukkan performa sektor pertambangan dan penggalian di perkirakan akan mengalami ketidakpastian dengan resiko tinggi pada penurunan produksi.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto, saat menggelar Konferensi Pers Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Februari 2017, Selasa (7/3).

Pasalnya, faktor regulasi izin usaha perusahaan PT Freeport yang terbesar di Papua masih dalam tahap negosiasi sehingga diperkirakan berpotensi menghambat proses produksi.

"Namun jika permasalahan perizinan dapat diselesaikan, investasi pada sektor ini diperkirakan akan meningkat seiring persiapan transisi area eksplorasi pada area bawah tanah yang akan dimulai pada 2018," urainya.

Oleh karena itu, berdasarkan hasil kajian tersebut dan memperhatikan berbagai isu terkini di tingkat regional maupun Nasional maka kinerja sektor ekonomi perlu lebih dioptimalkan.

"Hal ini untuk mengurangi ketergantungan Papua terhadap sektor pertambangan tadi," sambung Supratikto.

Lebih lanjut, jelas dia, perkembangan sektor riil perlu terus didorong melalui regulasi yang efisien dan kompetitif serta penciptaan iklim usaha yang kondusif demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan mendorong peningkatan investasi daerah.

Hal itu dapat dilakukan antara lain melalui perbaikan infrastruktur dan membangun database ekonomi daerah yang komprehensif dan lintas sektoral serta dapat diakses dengan mudah dan murah oleh calon investor.

"Dan ini akan sangat membantu calon investor yang berminat menanamkan modalnya di Papua,"  dorong Supartikto.

Untuk itu, BI Papua mengharapkan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di seluruh tanah Papua agar bisa bekerja sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semakin efektif.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga