Pokja Papua Gelar Pelatihan Cara Berdagang Sehat bagi Mama Papua

Guna memberikan pemahaman kepada pedagang Mama-mama Papua tentang cara berdagang yang sehat, Kelompok Kerja (Pokja) Papua memberikan pelatihan dan pendampingan yang telah di mulai sejak 23 Februari lalu.
Share it:
Pelatihan mama-mama pedagang di Pasar Budaya Mama Jayapura oleh BPOM,
dan sejumlah dinas terkait menuju Pasar Sehat dan Bersaing
Jayapura, Dharapos.com 
Guna memberikan pemahaman kepada pedagang Mama-mama Papua tentang cara berdagang yang sehat, Kelompok Kerja (Pokja) Papua memberikan pelatihan dan pendampingan yang telah di mulai sejak 23 Februari lalu.


Rencananya, pendampingan tersebut akan diakukan Pokja Papua selama 18 bulan ke depan.

Kepada  Dharapos.com, Ketua Pokja Papua, Judith Dipodiputro mengatakan ada dua pelatihan yang diberikan kepada pedagang Mama Papua yakni bagi pedagang di pasar tenda dan juga kepada seluruh pasar yang ada di Kota Jayapura, termasuk pasar Skouw, Youtefa dan pasar Hamadi serta Pasar Pharaa di
Kabupaten Jayapura.

Pelatihan yang diberikan ini berkaitan dengan pengetahuan pola hidup sehat dan pola berdagang sehat.

"Nantinya juga pelatihan yang dilakukan akan mendalami pada hal yang lebih teknis, dan khusus pasar tenda kita jauh lebih mendalam," urainya.

Hal yang sama juga diharapkan dapat dilakukan juga di pasar Pharaa Sentani.

Pelatihan bapa-bapa pedagang daging sehat di Pasar Pharaa, Youtefa,
Hamadi dan Skouw oleh tim PPI dan BPOM
"Karena dua pasar ini sudah siap walau masih dalam proses pembangunan akan tetapi kita sudah mulai membina dari sekarang sehingga pedagang mulai mempersiapkan diri," lanjutnya.

Diakui Judith, pihaknya melihat peluang terbesar untuk menjadi batu loncatan kemajuan yang cukup signifikan adalah dalam hal makanan jadi atau pusat jajan sehat serba ada.

Karena itu, ditargetkan untuk  pasar Mama Papua yang baru di pusat Kota Jaya pura seperti halnya pasar Pharaa di Sentani, bisa menjadi tempat tujuan wisata,

Dalam pelatihan ini, pihaknya juga melibatkan Pemerintah Kota Jayapura.

"Kami mendudukan pedagang dan Pemerintah Kota Jayapura bersama-sama, salah satunya dalam hal ini
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat terkait kekurangan-kekurangan administrasi sebagai warga Negara," akuinya.

Judith juga mengakui pihaknya telah memberikan pelatihan berdagang daging, yang di awali dengan pengetahuan dasar berupa teknik memotong daging agar tidak alot serta juga teknik mengenali daging yang baik dan daging yang segar.

Dir. Kom. PPI saat memberikan penjelasan ttg proses daging sehat kepada
Pokja Papua, pedagang daging dan BPOM di Jayapura
"Tentunya Pokja Papua juga menggandeng Balai POM  dan Dinas Kesehatan Kota Jayapura yang memberikan materi tentang bahan beracun dan berbahaya kepada pedagang daging," sambungnya.
Saat melakukan pelatihan, Judith mengakui Mama-mama Papua terlihat memiliki kemampuan yang membuat mereka bisa menerapkannya.

"Mereka cukup mengerti dan sangat paham tentang bagaimana cara berdagang sehat dan mengerti mana daging yang sehat dan tidak," pujinya.

Untuk itu, harapan Pokja Papua sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo saat meletakkan batu pertama pasar Mama Papua, Youtefa dan pasar Pharaa, maupun pasar-pasar yang ada di Papua dan seluruh Indonesia, dapat membawa kesejahteraan sebesar bagi pdagang yang ada di masing –masing pasar.

Terhadap sesama perempuan pun, Judith juga berharap hal ini bisa membawa kebahagiaan bagi perempuan Papua, anak-anaknya dan tentu bagi seluruh keluarga.

"Karena keti mereka sukses dan sejahtera maka tentu mereka juga bahagia," tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga