PT. Pelita Utama– YKCI Gelar Sweeping Kepingan CD Bajakan

PT. Pelita Utama perwakilan Jayapura yang bergerak di bidang musik daerah maupun Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) Papua dan Papua Barat menggelar sweeping kepingan CD bajakan.
Share it:
Sejumlah kepingan cd bajakan berhasl ditemukan tim razia pada salah satu penjual
Jayapura, Dharapos.com
PT. Pelita Utama perwakilan Jayapura yang bergerak di bidang musik daerah maupun Indonesia  bekerja sama  dengan Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) Papua dan Papua Barat  menggelar sweeping kepingan CD bajakan.

Sejumlah pengedar dan penjual di kaki lima di wilayah Kota Jayapura menjadi target razia sweeping yang digelar Jumat (3/3) guna mencari kepingan cd bajakan yang mengatasnamakan PT Pelita Utama.

Ketua YKCI Papua dan Papua Barat, John Mofu mengatakan sweeping yang dilakukan pihaknya merupakan permintaan langsung dari Direktur PT Pelita Utama, Friendiky Pasaribu.

Dan dilengkapi dengan surat kuasa kepada perwakilan di Jayapura, atas nama  Yossi Rupikora.

“Sebelumnya kami juga telah membuat surat tembusan kepada Polres Jayapura Kota,” cetusnya.

Diakui Mofu, dengan beredarnya cd bajakan ini tentunya sangat merugikan baik terhadap para seniman, penyanyi bahkan produser yang mengorbitkan para seniman itu sendiri.

“Sementara ini kami masih melakukan sweeping cd bajakan lagu-lagu daerah yang di produksi oleh PT Pelita Utama,” lanjutnya.

Perwakilan PT. Pelita Utama Jayapura, Yossi Rupikora (kiri) didampingi  Ketua YKCI
Papua dan Papua Barat, John Mofu saat memberikan keterangan
Diharapkan, ke depannya, tidak ada lagi penjualan kepingan cd bajakan baik di Papua maupun Papua Barat.

“Namun apabila kedapatan, maka kami akan membawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegas Mofu.

Sementara itu, perwakilan PT Pelita Utama perwakilan Jayapura, Yossi Rupikora mengapresiasi Ketua YKCI Papua dan Papua Barat yang telah  mendukung pihaknya dalam melaksanakan razia.

“Untuk itu, kepada seluruh penjual kepingan cd bajakan khususnya di Kota Jayapura agar menghargai
seniman anak-anak Negeri khususnya Maluku dan Papua dengan tidak melakukan lagi,” himbaunya.

Hal Ini, tegas pria asal Maluku ini sangat merugikan PT Pelita Utama selaku produser.

Pasalnya, pembuatan satu album pada satu kepingan cd tersebut mengeluarkan dana yang cukup besar.
Tetapi sebaliknya para penjual cd bajakan malah meraih untung besar.

Olehnya itu, Yossi kembali menyampaikan harapannya kepada seluruh warga masyarakat  untuk menghargai karya seni anak negeri.

“Caranya yaitu dengan tidak membeli cd bajakan tetapi belilah kepingan yang original (asli, red) sehingga masyarakat terpuaskan dalam mendengarkan lagu-lagu Maluku maupun Papua,” tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Papua

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga