Terkait Laporan PDRI, Tim BTM – HaRUS Sampaikan Pernyataan Sikap

Sidang perdana Perselisihan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura telah berlangsung, Kamis (16/3) di Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Jakarta.
Share it:
Ketua Tm Pemenangan BT - HaRUS, Mukri M. Hamadi, S.IP saat memberikan keterangan pers 
Jayapura, Dharapos.com 
Sidang perdana Perselisihan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura telah berlangsung, Kamis (16/3) di Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Jakarta.

Hal tersebut mendasari laporan yang disampaikan pihak pemohon atas nama Lembaga Demokrasi dan Riset Papua (PDRI).

“Terkait sidang dimaksud, dengan melihat dan mencermati terkait permohonan yang disampaikan oleh pihak pemohon atas nama lembaga Demokrasi dan Riset Papua maka kami akan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan status lembaga tersebut,” urai Ketua Tim Pemenangan BTM – HaRUS, Mukri M. Hamadi, S.IP dalam rilis yang diterima Dharapos.com, Minggu (19/3).

Poin pertama, yang berkaitan dengan Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) RI Nomor 2 Tahun 2016 Pasal 3 ayat 1 huruf d.

“Maka lembaga Demokrasi dan Riset Papua sama sekali tidak memenuhi legal standing sebagai pemohon karena tak pernah terdaftar atau teregistrasi sebagai pemantau Pemilu pada Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kota Jayapura,” rincinya.

Kemudian, lembaga tersebut dalam pemenuhan tenggang waktu pengajuan permohonan sama sekali tidak memenuhi tenggat waktu dan selayaknya ditolak permohonannya.

Selanjutnya, pada poin ketiga, mengenai permohonan pemohon yang pada salinannya menyebutkan beberapa kejadian yang menuduh bahwa telah terjadi kecurangan di beberapa TPS bahkan menyebutkan bahwa pejabat Wali Kota Jayapura tidak netral dan berpihak kepada pihak BTM-HaRUS,

“Maka dapat kami tegaskan bahwa tuduhan ini sangat tidak mendasar apalagi lembaga ini tidak memiliki pembuktian yang formal dan tidak dapat diajukan pada saat persidangan. Tuduhan ini sangat menyesatkan dan berpotensi terjadi pelanggaran hukum karena telah menuduh dengan tanpa dasar,” tegas Mukri.

Dengan tuduhan tersebut, berpotensi terjadi tidak pidana pencemaran nama baik kepada pihak BTM-HaRUS maupun Pejabat Wali Kota Jayapura.

“Terkait poin ketiga, maka kami akan melaporkan lembaga ini kepada pihak yang berwajib dalam waktu dekat , dan juga melaporkan kepada pihak Pemerintah kota untuk memeriksa oknum ASN yang terindikasi terlibat dalam lembaga ini,” ancamnya.

Lembaga ini pun menuduh KPU Kota Jayapura telah berpihak dengan membatalkan pihak BMD-ALAM sebagai peserta Pemilukada Kota Jayapura.

“Maka kembali kami tegaskan bahwa tuduhan ini sangat tidak mendasar karena Keputusan KPU Kota Jayapura diatas adalah sesuai Amar Putusan Kasasi MA RI No. 575 /K/TUN/Pilkada/2016 sehingga wajib dilaksanakan,” cetus Mukri.

Hal ini juga semakin mempertegas kepada tim pemenangan BTM-HaRUS untuk kembali melihat bahwa lembaga ini sangat mengada-ada dan terkesan tidak memahami aturan tentang putusan sebuah lembaga Peradilan di Republik ini.

“Yang sangat disayangkan pula pada saat sidang perdana, pihak pemohon menghadiri sidang tanpa membawa materi permohonan dan terkesan tidak menghargai proses persidangan di lembaga konstitusi ini,” bebernya.

Dengan melihat bahwa permohonan lembaga ini tidak memiliki legal standing, temasuk alat-alat bukti,  dan sangat tendensius tanpa alasan yang legal maka layak bagi MK untuk menolak pengajuan dari lembaga Demokrasi dan Riset Papua.

“Karena kami berkeyakinan bahwa pengajuan sengketa dari lembaga ini semata-mata hanya merupakan upaya politik untuk menunda penetapan calon terpilih dan proses pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura definitif.

Pihaknya berkeyakinan bahwa MK RI akan tetap menjaga integritas dan wibawa lembaga Negara.

“Dengan memutus dan melindungi hak konstitusi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura atas nama Bapak DR. Benhur Tomi Mano, MM dan Bapak Ir. H. Rustan Saru,  MM, sebagai peraih suara pemilih terbanyak pada Pemilukada Kota Jayapura beberapa waktu lalu,” tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga