40 Persen Debit Air di Kota Jayapura Hilang Akibat Sambungan Liar

Pemerintah Kota bersama pihak Kepolisian Resort Jayapura Kota sedang menyiapkan peraturan untuk menertibkan sambungan-sambungan liar di wilayah tersebut
Share it:
USAID IUWASH saat menggelar Worskhop Governance Index, Sanitation Index dan Cakupan 
Pelayanan Air Limbah bertempat di Hotel Fave Kota Jayapura, Jumat (21/4)
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah Kota bersama pihak Kepolisian Resort Jayapura Kota sedang menyiapkan peraturan untuk menertibkan sambungan-sambungan liar di wilayah tersebut.

“Peraturan ini bertujuan untuk mengurangi kehilangan air yang begitu besar dan data yang kami peroleh kehilangan air di kota Jayapura yaitu 40 persen dari debit air yang tersedia,” beber Pejabat Wali Kota yang di bacakan oleh Sekda Kota Jayapura, RD. Siahaya, SH, MM dalam kegiatan Workshop yang digelar USAID  Indonesia Urban Water Sanitation (IUWASH) di Hotel Fave Kota Jayapura, Jumat (21/4).

Bukan hanya itu saja, Perwali  juga sementara dirancang tentang pengelolaan air limbah sehingga pemanfaatan air itu bisa dilakukan secara efektif dan menyeluruh.

USAID Indonesia Urban Water Sanitation (IUWASH) menggelar Worskhop Governance Index, Sanitation Index dan Cakupan Pelayanan Air Limbah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Fave Jayapura dan dibuka secara resmi oleh Sekda Kota Jayapura RD Siahaya MM, Jumat (21/4).

Dikatakan, Pemerintah hingga saat ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya terkait penyediaan prasarana dasar di sektor kesehatan untuk meningkatkan akses air minum.

Di samping itu, Pemerintah juga berupaya semaksimal mungkin meningkatkan profesi APBD untuk sektor air minum dan pengelolaan air limbah.

“Akan tetapi upaya yang kami lakukan tetap dirasakan belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk masyarakat Kota Jayapura dari tahun ke tahun terus meningkat,” akuinya.

Sehingga fakta ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kebutuhan sarana air minum dan juga air limbah.

“Oleh karena itu, ini menjadi tantangan yang terus harus kita selesaikan, dan pemerintah sangat terbatas sehingga diperlukan peran serta dari semua pihak termaksud USAID IUWASH,” harap Penjabat.

Lanjutnya, program USAID IUWASH bekerja sama dengan Pemerintah dan juga pihak swasta, LSM serta mitra lainnya adalah untuk mencapai hasil utama yaitu meningkatkan akses air minum dan sanitasi yang layak bagi penduduk.

Yaitu dari kelompok yang berada dalam 40 persen tingkat kesejahteraan terendah dari total populasi.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Kota Jayapura mencapai target tersebut sesuai dengan komitmen secara Nasional,” tandas Penjabat .

Pada kesempatan tersebut, Penjabat atas nama Pemkot dan masyarakat Kota Jayapura mengucapkan terima kasih kepada USAID perwakilan Indonesia Timur atas kerja sama yang baik.

Sementara itu di tempat yang sama, Surya Akbar dari Koordinator USAID Indonesia Timur menambahkan bahwa ini kegiatan yang dilakukan kali ini merupakan yang ketiga dalam bentuk worskhop.

“Sebelumnya kami sudah melakukan Workshop Stakeholder Analisis dan Workshop Analisis sedangkan hari ini yang kami laksanakan adalah Workshop Governance Indeks dan Sanitasi Indeks,” rincinya.

Tiga kegiatan workshop ini akan berkontribusi pada penyusunan kerangka kerja lima tahun antara IUWASH dan Pemkot Jayapura.

“Ini adalah program kita bersama, oleh karena itu kita akan bekerja sama dan bergandengan tangan untuk lima tahun ke depan demi pencapaian target khususnya peningkatan air minum dan sanitasi,” tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga