Dinas LH Kota Jayapura Targetkan Sekolah Adiwiyata melalui Sosialisasi 3R

Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura menargetkan lebih kurang 400 sekolah di wilayah tersebut menjadi sekolah Adiwiyata.
Share it:
Ir. Ketty Kailola, M.Si
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura menargetkan lebih kurang 189 sekolah untuk semua tingkatan di wilayah tersebut menjadi sekolah Adiwiyata.

Hingga saat ini, yang sudah menjadi sekolah Adiwata Mandiri sebanyak 3 sekolah yang mana  keenamnya diwajibkan membina 10 sekolah.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura, Ir. Ketty Kailola, M.Si yang dikonfirmasi, Kamis (14/4).

Mendukung itu pula, Dinas LH melaksanakan sosialisasi 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) dan praktek  pembuatan alat laboratorium IPA yang dipusatkan di SD Inpres Kotaraja

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Dinas LH Kota Jayapura bersama Universitas Cendrawasih dalam hal ini Fakultas MIPA dengan menghadirkan pemateri Dr. Audry F. Walukow, M.Si dan Dr. Jhonson.

Dari hasil pengamatan praktek lapangan, ternyata ada representasi yang sangat positif dari para siswa di mana saat mereka menyaksikan langsung praktek-praktek dari bahan-bahan bekas.

“Siswa begitu cerdas bahkan ada yang mencermati hingga 17 alat praktek yang diperagakan, mereka mampu untuk menangkap apa yang dipraktekkan oleh kedua Doctor Uncen tersebut,” pujinya.

Namun diakui Kailola, satu hal yang sangat menarik baginya yaitu bahan bekas plastik bisa di rubah menjadi energi bahan bakar bensin.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan sosialisasi tersebut bukan saja dilakukan di lingkungan sekolah namun juga di lingkungan masyarakat.

Agar mereka bisa melihat bagaimana sebenarnya manfaat sampah bukan sesuatu barang yang menjijikkan akan tetapi mempunyai nilai yang cukup ekonomis. Dan dari sisi ilmiah juga perlu kita teliti lebih lanjut hingga ke pemanfaatannya melalui ilmu fisika,” harapnya.

Untuk itu diharapkan bukan saja untuk sekolah Adiwiyata namun sekolah-sekolah lain pun bisa meniru atau minimal bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Hal ini berguna untuk merubah karakter anak yang masih berada di bangku SD khususnya terhadap mata pelajaran IPA karena praktek IPA sangat relevan. Anak-anak pun bisa mengetahui manfaat barang-barang bekas seperti kaleng sprite atau botol dengan nilai-nilai kekuatan dan kemudian juga mempratekkannya,” urainya.

Untuk sosialisasi 3R ini lanjut Kailola, akan terus berlangsung bagi anak-anak SMP kepramukaan,

Ditambahkan bahwa sosialisasi 3R ini sudah dilakukan selama dua tahun berturut-turut dan lebih fokus kepada lingkungan hidup sangat erat kaitannya dengan kepramukaan yaitu Saka Kalpataru Tiga Krida, perubahan iklim dan keanekaragaman hayati.

Setelah beberapa sekolah Adiwiyata yang hadir untuk mengikuti sosialisasi 3R, tentu harapan Pemkot khususnya Dinas LH agar mereka juga akan menjabarkan hal ini ke sekolah-sekolah lain bahkan tak menutup kemungkinan bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk mengikuti Olimpiade IPA.

“Tahun 2016 dikonsentrasikan kepada anak-anak SMP melalui Pramuka Saka Kalpataru dan tahun 2017 ini ke SD dan nantinya akan turun juga ke masyarakat yang senang dengan lingkungan hidup,” sambungnya.
Sosialisasi ini lanjut kelola akan berlanjut sampai momen Hari Lingkungan jatuh pada bulan Juni .

Sementara itu, pengendali kegiatan sosialisasi 3R, Mathilda Mandosir juga menambahkan Dinas LH sejak awal telah merencanakan program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Dimana kegiatan yang dilakukan adalah peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan.

“Kegiatan ini tentu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dimana untuk peserta didik dari tingkat SD, SMP sampai tingkat SMA dan SMK. Selain itu juga kami juga mempunyai Pramuka Saka Kalpataru,” urainya.

Dijelaskan Mathilda, sosialisasi di SD Inpres yang dimulai dengan menyosialisasikan 3R dan mempraktekkan pembuatan alat laboratorium IPA dari bahan-bahan bekas bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa-siswi agar mereka menyukai pelajaran IPA.

“Selain itu juga menyosialisasikan 3R di mana yang terjadi di lapangan bahwa selama ini sekolah-sekolah sudah melakukan 3R untuk mendaur ulang sampah sedangkan untuk mengurangi sampah dan menggunakan kembali yang masih kurang,” akuinya.

Pihaknya juga ingin memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis seperti alat laboratorium.

“Dari kegiatan ini juga kami berharap agar ke depan anak-anak akan mempunyai motivasi yang besar dan mempunyai inovasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu juga untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 di sekolah dengan pendekatan 5M yaitu mengamati, menanyakan, mencoba, memublikasikan dan mengaplikasikan,” tukasnya.


(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga