Dinkes Kota Benarkan Temuan BTKL Soal Penderita Kusta di Argapura Pantai

Balai Teknik kesehatan Lingkungan (BTKL) Ambon yang membawahi wilayah Maluku, Papua dan Papua Barat baru-baru ini mendatangi sejumlah lokasi di Kota Jayapura, dalam rangka mengimplementasikan program Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P).
Share it:
Arif Dwi Darmanto, SKM, M. Kes
Jayapura, Dharapos.com
Balai Teknik kesehatan Lingkungan (BTKL) Ambon yang membawahi wilayah Maluku, Papua dan Papua Barat baru-baru ini mendatangi sejumlah lokasi di Kota Jayapura, dalam rangka mengimplementasikan program Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P).

Sasaran tim berkekuatan 3 personil yang di pimpin oleh Zusana Lena Tulak, SKM, M.Kes ini adalah mendeteksi dua penyakit yang terabaikan yakni frambusia dan kusta.

Tim BTKL kemudian menyisir wilayah Argapura Pantai, Argapura Pipa, Argapura Seledri, Weref Pantai dan sebagaian wilayah Hamadi Gunung dan berhasil  menemukan masalah yang di derita oleh warga.

Khusus di Argapura Pantai, ada warga yang terinfeksi penyakit kusta.

Berkaitan dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Arif Dwi Darmanto, SKM, M. Kes membenarkan adanya temuan dari tim BTKL di Argapura Pantai khusus warga yang mengidap penyakit kusta.

“Memang kami dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura mengarahkan tim BTKL untuk melihat titik-titik termasuk wilayah yang warganya menderita sakit kusta,” terangnya, Selasa (25/4).

Sesuai dengan data yang dimiliki Dinkes Kota Jayapura itu juga ditinjau oleh tim BTKL.

“Artinya kita juga memberikan informasi bahwa kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pemberantasan penyakit kusta dan pencegahan serta penanggulangan itu juga disampaikan ke mereka,” lanjut Darmanto.

Lebih lanjut, jelas dia, program pemberantasan dan pencegahan penyakit kusta dan frambusia yang dilakukan oleh Dinkes kota yaitu menyangkut tentang penemuan dini penderita, pendampingan pengobatan dan pemantauan.

Diakui, pihaknya tidak melakukan relokasi atau membawa mereka ke rumah sakit kusta seperti yang ada di beberapa tempat. Hal tersebut dikarenakan jumlah penderita yang tidak terlalu banyak.

Untuk itu, Dinkes Kota Jayapura telah melakukan pencegahan dan pengobatan sehingga penularan bisa di
minimalisir.

Untuk penderita kusta di Kota Jayapura jumlahnya sekitar 217 orang yang tentunya akan terus mendapat perhatian dari Pemerintah kota karena terdiri dari berbagai macam tipe.

“Ada tipe basah atau kering dan itu juga masih kita bedakan untuk anak-anak dan dewasa. Sementara untuk yang sudah parah bahkan sampai mutilasi sudah sangat sulit namun di Kota Jayapura jarang terjadi yang cukup parah,” urai Darmanto.

Olehnya itu, masyarakat dihimbau untuk sesegera mungkin jika dalam tubuh terdapat tanda-tanda penyakit kusta segera ke Puskesmas agar terdeteksi secara dini sehingga pengobatan bisa dilakukan.

“Untuk obat-obatan bagi program penyakit kusta, frambusia dan malaria serta HIV-AIDS, stoknya masih cukup,” sambungnya.

Sementara program prioritas, Dinkes Kota Jayapura masih mengacu kepada visi misi Wali Kota Jayapura yakni pencegahan kematian ibu karena melahirkan, menekan angka kematian bayi dan balita, meningkatkan status gizi dan menurunkan penyakit-penyakit dominan yang ada di kota Jayapura seperti ISPA dan malaria.

Terkait beberapa kegiatan yang dilakukan BTKL Ambon, Darmanto menegaskan Pemkot juga telah memasukannya ke dalam program Dinkes Kota Jayapura yang salah satunya adalah penyakit yang terabaikan, dan di dalamnya termasuk program kawasan tanpa rokok.

Selain itu program pemberantasan penyakit TB dan juga pemberantasan penyakit frambusia serta menjauh tempat hunian untuk kawasan padat hunian.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga