Legislator Pertanyakan Masalah Pleno Suara di Intan Jaya

Masalah pleno suara Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Intan Jaya hingga saat ini masih menyisakan persoalan.
Share it:
Thomas Sondegau
Jayapura, Dharapos.com
Masalah pleno suara Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Intan Jaya hingga saat ini masih menyisakan persoalan.

Pasalnya, apa yang menjadi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI bahwa harus dilakukan rekap kembali di 7 TPS untuk kemudian segera diplenokan.

Namun, fakta di lapangan ternyata putusan MK tersebut tak juga dilaksanakan.

Anggota Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau mempertanyakan kenapa belum dilakukan rekap kembali di 7 TPS sesuai putusan yang dikeluarkan MK RI.

“Yang saya lihat hari ini malah masyarakat yang mengatasnamakan pasangan nomor urut dua datang berdemo di KPU sedangkan sampai sekarang KPU Provinsi Papua belum juga pleno dan rekapitulasi suara di 7 TPS tersebut,” herannya, saat dikonfirmasi di Jayapura, Rabu (19/4).

Yang membuat Legislator asal dapil di wilayah tersebut tak habis pikir, kenapa pihak keamanan mengeluarkan izin untuk masyarakat berdemo ?

“Sedangkan keputusan MK itu jelas mengatakan bahwa pihak keamanan harus memback-up perhitangan suara. Untuk itu, keamanan tidak boleh mengabaikan keputusan MK,” cetusnya.

Kepada masyarakat Intan Jaya, Sondegau mengingatkan agar tidak terulang kembali untuk kedua kali insiden Intan Jaya berdarah karena masalah Pilkada.

Kepada para tim sukses juga dihimbau untuk tidak memperkeruh suasana dan dapat menahan diri karena siapapun kandidat yang terpilih itu adalah pilihan Tuhan.

“Karena yang menjadi korban adalah masyarakat sendiri dan bukan para kandidat ataupun tim sukses dari masing-masing kandidat,” tegasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga