Narkoba Merajalela, Target Generasi Emas Papua Terancam Gagal

Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang hingga pergaulan bebas yang semakin meluas di provinsi paling timur Indonesia kini mulai mengancam target utama Pemerintah Provinsi menuju Generasi Emas Papua.
Share it:
Anak-anak Papua
Jayapura, Dharapos.com
Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang hingga pergaulan bebas yang semakin meluas di provinsi paling timur Indonesia kini mulai mengancam target utama Pemerintah Provinsi menuju Generasi Emas Papua.

Bahaya narkoba, minuman keras (miras) dan seks bebas dikuatirkan bisa menjadi pengganjal bagi upaya Pemerintah setempat dalam melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua yang berkualitas emas.

Tercatat penyebaran narkoba di Papua sudah menjadi tindakan yang masif, sistematis dan terstruktur.

Menyikapi itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH mengajak generasi muda Papua untuk menjauhkan diri dari gaya hidup yang pada akhirnya membawa kepada kehancuran.

“Saya minta kepada panitia, agar hasil workshop ini disampaikan kepada saya untuk selanjutnya ditinkdalanjuti dan kita sama-sama membuat komitmen,”ungkapnya ketika menghadiri kegiatan Workshop
Gepenta Provinsi Papua "Menyelamatkan Generasi Papua dari Bahaya Narkoba dan Miras” di Fave Hotel Jayapura, Sabtu pekan kemarin.

Selain miras, lanjut Gubernur, narkoba merupakan pengganjal bagi upaya untuk meningkatkan SDM Papua, karena banyak anak-anak usia sekolah sudah terjebak dalam narkoba.

”Ini harus jadi perhatian bagi kita untuk bagaimana semampunya mendorong penyelamatan generasi emas Papua,”katanya.

Ketua Panitia penyelenggara kegiatan, Yulianus Dwaa,SKM menyebutkan bahwa bahaya narkoba sudah merata pada semua elemen masyarakat, tak terkecuali siswa sekolah dasar.

Gepenta juga mencatat penyebaran narkoba di Papua sudah menjadi tindakan yang masif, sistematis dan terstruktur.

“Dampak dari penyebaran narkoba ini adalah HIV/AIDS. Sementara pintu masuk dari semua persoalan, pada dasarnya adalah narkoba dan minuman keras,” jelasnya.

Sementara itu, hasil dari workshop nantinya akan diberikan kepada pemerintah daerah, untuk menjadi pertimbangan dalam memberikan perhatian terhadap bahaya narkoba dan miras.

”Jika di Papua ada Komisi HIV/AIDS, seharusnya ada pembentukan soal bahaya narkoba dan miras,” pungkasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga