Papua Kembali Ekspor 100 Konteiner Kayu Olahan ke Shanghai China

Pemerintah Provinsi Papua kembali melakukan ekspor kayu olahan ke Shanghai China.
Share it:
 Pelepasan ekspor 100 konteiner kayu olahan dari Pelabuhan Laut Jayapura ke Shanghai China
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah Provinsi Papua kembali  melakukan ekspor kayu olahan ke Shanghai China.

Bahkan pelepasan ekspor 100 konteiner kayu olahan kali ketiga dari Pelabuhan Laut Jayapura tersebut terasa begitu spesial karena berkenaan dengan momen peringatan 4 tahun kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil  Gubernur Papua, Klemen Tinal.

Ekspor kayu olahan pertama dilaksanakan juga dalam memperingati tiga  tahun Gubernur Papua dan Wakil Gubernur Papua pada  tanggal 9 April  2016 lalu sebanyak 40 Konteiner. Sedangkan ekspor Kedua  pada 9 Januari 2017 sebanyak 100 konteiner.

Dan  hari ini, 9 April  2017 sekaligus memperingati empat  tahun kepemimpinan Gubernur dan Wagub Papua kembali dilepas 100 Konteiner kayu olahan ke Shanghai  China.

Diantaranya, produk  unggulan sawmill/kayu olahan Papua  yang diekspor  ke Shanghai China adalah Yellow Marbau jenis  produk flooring, dorgem dan Decking.

Kayu olahan yang diekspor ini berasal dari Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHKK) di Provinsi Papua,  khususnya  yang ada di Kabupaten Keeron, Sarmi dan  Kabupaten Jayapura, yakni dari PT. Batasan, PT. Hanurata, PT. Mujalindo dan lain-lain.

Kemudian diolah  oleh  industri  primer dan industri lanjutan  yang ada di Kota Jayapura   yang dikoordinir oleh Komda  ISWA Komda Papua  dibawah pimpinan  Daniel Garden.

Ekspor kayu yang dilaksanakan ini kurang lebih 100 Konteiner dengan lima izin visa Rp 2.842.000.000.

Di kesempatan tersebut, Gubernur  Lukas Enembe menyampaikan terima kasih kepada Komda ISWA Papua dan PT. Pelindo IV, yang telah membantu Pemprov Papua  secara rutin melakukan  ekspor  kayu olahan ke Shanghai China.

“Kami juga merasa bangga,  karena  Papua bisa dijadikan tempat  untuk mengekspor hasil produksi keluar negeri. Papua sebenarnya memiliki potensi Sumber Daya  Alam (SDA)  yang luar biasa,   tapi  belum digarap seluruhnya,” akuinya.

Karena itu,  pihaknya ingin menekankan kepada seluruh OPD di lingkup Pemprov Papua, terutama pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan maupun sektor lainnya dapat pula melakukan ekspor ke mancanegara, sebagaimana telah dilakukan  Dinas Kehutanan Papua secara rutin ekspor kayu ke Shanghai China.  

“Saya minta  kepada  pimpinan OPD agar  jangan kerja biasa, tapi kerja luar biasa, sehingga kita bukan mengekspor kayu. Tapi juga  ekspor hasil produksi Papua yang lain, seperti ikan tuna, kopi, rumput laut dan lain-lain,” imbuh Gubernur.

Ia menjelaskan, pihaknya juga minta agar Pendapat Asli Daerah (PAD) Papua tak perlu lagi  seluruhnya dari pertambangan. Tapi juga produk-produk unggulan yang lain.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga