Pempus Dorong Kota Jayapura Jadi KLA

Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM mengakui Pemerintah pusat ingin mendorong daerah ini sebagai Kota Layak Anak (KLA).
Share it:
Rasmus D. Siahaya, SH, MM 
Jayapura, Dharapos.com 
Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM mengakui Pemerintah pusat ingin mendorong daerah ini sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Hal tersebut disampaikannya usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Prof. Yohana Yembise, saat kunjungan kerja ke Kota Jayapura, Kamis (6/4).

“Menteri ingin mendorong Jayapura menjadi Kota Layak Anak,” ungkapnya saat dikonfirmasi, di ruang kerjanya, Jumat (7/4).

Terkait itu, maka ada beberapa indikator untuk menjadikan kota ini sebagai KLA diantaranya  sekolah harus ramah anak.

“Artinya tidak boleh ada guru yang melakukan kekerasan terhadap anak didiknya,” urainya.

Selain itu juga ruang bermain anak harus ada diantaranya pada fasilitas umum seperti pasar maupun kantor- kantor harus memiliki ruang khusus untuk anak.

“Bentuknya seperti ruang penitipan anak, sehingga saat orangtua beraktivitas maka anak juga tidak terabaikan,” rinci Sekda.

Selain itu juga, salah satu yang menjadi prioritas utama bahwa tidak boleh ada KDRT di daerah ini.

“Karena untuk menjadikan kota sebagai Kota Layak Anak tentu berbagai macam indikator harus dipenuhi. Dan ibu Menteri juga meminta agar Pemerintah Kota Jayapura harus ikut mendorong Kota Jayapura sebagai Kota Layak Anak,” sambungnya.

Ditambahkan Sekda, selain berbicara soal anak dalam pertemuan tersebut juga membahas bagaimana perempuan maupun mama-mama di Kota Jayapura dapat diperdayakan untuk bisa mengembangkan ekonominya khusus yang ada di pasar.

Menteri juga berkeinginan untuk memberikan bantuan kepada mama-mama dalam rangka meningkatkan produktivitas barang yang hendak dijual seperti ikan asap dan juga alat pengolahan sagu serta bagaimana cara untuk membuat minyak kelapa.

“Apabila Menteri  berupaya untuk membantu agar mama-mama bisa mendapat mesin pengolah sagu maka jangan lupa untuk sagu dilestarikan. Artinya kita boleh mengambil hasil sagu tapi kita harus menanam jagung karena sagu ini merupakan produk turunan yang harus dilestarikan,” imbuhnya.

Terkait dengan pernyataan Menteri PPPA bahwa di Kota Jayapura belum memiliki ruang bermain untuk anak Six Day, diakui Sekda, bahwa fasilitas berskala besar tempat bermain untuk anak tentu membutuhkan lahan-lahan yang besar.

“Namun untuk kota Jayapura pada titik-titik tertentu sudah ada taman-taman bermain anak seperti Taman Mandiri, taman samping Gramedia dan Taman imbi walaupun dalam skala kecil namun para orang tua sudah bisa membawa anak-anak untuk bermain di tempat-tempat tersebut walau masih dalam skala kecil,” tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga