Di Kp Bhituka, Satgas TMMD – BNN Mimika Gelar Penyuluhan Hukum – Narkoba

Masih dalam rangkaian kegiatan non fisik TMMD ke 98 Tahun 2017, Satgas Kodim 1710/Mimika melaksanakan Penyuluhan Hukum dan Narkoba bertempat Gereja GKI Eirene Kampung Bhituka SP 13, Sabtu (15/4).
Share it:
Kegiatan Penyuluhan Hukum dan Narkoba bertempat Gereja GKI Eirene Kp. Bhituka SP 13, Sabtu (15/4)
Timika, Dharapos.com
Masih dalam rangkaian kegiatan non fisik TMMD ke 98 Tahun 2017, Satgas Kodim 1710/Mimika melaksanakan Penyuluhan Hukum dan Narkoba bertempat Gereja GKI Eirene Kampung Bhituka SP 13, Sabtu (15/4).

Satgas TMMD bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Kepala Seksi Pemberantasan BNN setempat, Kompol. Mursaling SH memberikan penyuluhan tentang apa itu narkoba dan bahaya yang ditimbulkan.

Penyuluhan yang diikuti 155 orang anak-anak sekolah minggu Kp. Bhituka dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan Camping Paskah untuk anak-anak sekolah minggu selama 3 hari yang diisi berbagai macam kegiatan untuk menanamkan kedisiplinan pada usia dini.

Mursaling dalam pemaparannya menegaskan bahwa pengetahuan hukum dan narkoba pada usia dini sangat perlu diberikan pada anak-anak mengingat nantinya mereka akan jadi generasi penerus bangsa.

“Narkoba merupakan zat aditif yang dilarang untuk digunakan, dimiliki, diperjualbelikan, disimpan, menanam ataupun memproduksi namun diizinkan untuk digunakan demi kepentingan medis ataupun penelitian oleh Instansi yang berwenang,” terangnya.

Mursaling kemudian mencontohkan Narkoba ataupun zat aditif yang dilarang antara lain ekstasi, ganja, segala jenis minuman beralkohol, cap tikus termasuk lem fox (aibon) yang kini banyak gandrungi anak-anak kecil jaman sekarang.

"Adapun faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba diantaranya karena kurangnya pengetahuan/pemahaman bahaya narkoba, ketersedian barang narkoba di lingkungan sekitar kita dan faktor pergaulan," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, pengasuh kegiatan Camping Paskah, Yussobolim (30) memberi apreasi dan ucapan terima kasih kepada Satgas TMMD yang sudah mengadakan kegiatan penyuluhan bahaya Narkoba kepada anak-anak di Kp. Bhituka SP XIII.

Camping Paskah GKI Eirenen Bhituka SP 13 yang diadakan mulai tanggal 14 - 16 April 2017 dengan
mengusung tema “Melalui Paskah Bersama Kita Wujudkan Rasa Persatuan dan
Kesatuan Terhadap Anak-Anak di Dalam Kasih Kristus”
"Saya melihat sendiri anak-anak kecil saat ini banyak yang pakai Lem Aibon agar mereka bisa mabuk, itu karena mereka tidak tahu bahaya yang mereka lakukan untuk kesehatan mereka,” ungkapnya.

Olehnya itu, Yussobolim berharap setelah mendengar penyuluhan yang dilakukan Satgas TMMD anak-anak di Kp. Bhituka tidak lagi tergoda atau terpengaruh.

Sebelumnya, Satgas TMMD turut berperan mendampingi kegiatan Camping Paskah GKI Eirenen Bhituka
SP XIII yang diadakan mulai tanggal 14 - 16 April 2017 dengan mengusung tema “Melalui Paskah Bersama Kita Wujudkan Rasa Persatuan dan Kesatuan Terhadap Anak-Anak di Dalam Kasih Kristus”.

Dan dalam rangka memelihara kemanunggalan TNI dan rakyat, anggota Satgas TMMD yang beragama Nasrani melibatkan diri untuk membantu Panitia Camping pada Jumat (14/4) di Gereja GKI Eirene Bhituka SP XIII.

Dalam kegiatan camping Paskah yang diikuti oleh anak-anak sekolah minggu sebanyak 155 orang berjalan dengan meriah dan memberi makna positif mereka.

Dimana beberapa aktivitas camp paskah ini memfokuskan pada kedisiplinan anak-anak sejak usia dini, seperti bangun tidur tepat waktu, mencuci piring sendiri, mengikuti setiap kegiatan dengan tertib, dan aktivitas lainnya.

Pendeta Jemaat, Adelia Warikar dalam penyampaiannya mengungkapkan bahwa kegiatan rutin ini dalam merayakan paskah harus tetap dilestarikan.

Dimana hal ini menjadikan wadah atau tempat bagi anak-anak sekolah minggu untuk mengembangkan kemampuan kedisiplinan dan kemandirian bagi jiwa anak-anak.

"Kegiatan ini menjadi kegiatan yang selalu dinantikan anak-anak dalam mengisi liburan paskahnya, sehingga tidak perlu harus keluar daerah" tandasnya.

Perlu diketahui, kegiatan ini biasanya diadakan menjelang datangnya perayaan Paskah.

Puncaknya, para peserta Camping Paskah dari tiap gereja, mengadakan kegiatan Pawai Obor pada Minggu dinihari atau pada Hari Paskah untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga