April 2017, 3 Sub Sektor NTP Papua Dibawah 100 Persen

Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua bulan April 2017 tercatat untuk 3 sub sektor memiliki nilai di bawah 100 persen, yaitu NTP Sub Sektor Tanaman Pangan 86,96,NTP sub sektor peternakan 98,74 dan NTP subsektor perikanan 99,72.
Share it:
Ilustrasi NTP
Jayapura, Dharapos.com
Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua bulan April 2017  tercatat untuk 3 sub sektor memiliki nilai di bawah 100 persen, yaitu  NTP Sub Sektor Tanaman Pangan 86,96,NTP sub sektor peternakan 98,74 dan NTP subsektor perikanan 99,72.

Sedangkan 2 subsektor lainnya memiliki nilai NTP di atas 100 persen yaitu NTP Holtikultura 102,51 dan NTP Tanaman Perkebunan Rakyat 100,32.

“Kemudian subsektor perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 105,52 dan NTP perikanan budidaya 83,78," urai Kabid Statistik Distribusi BPS Papua, Bambang Ponco Aji,SST,MSi ketika memberikan keterangan di Kantor BPS Papua, Selasa (2/5).

Sementara, NTP Provinsi Papua pada bulan April 2017 , mengalami penurunan 0,32 persen dengan indeks NTP 95,76 dibandingkan indeks NTP sebelumnya 96,07.

Penurunan terjadi karena indeks harga diterima petani (It) lebih kecil  dari indeks harga dibayar petani (Ib) dimana It mengalami kenaikan 0,24 persen dan Ib mengalami kenaikan 0,55 persen.

Secara umum, penurunan indeks NTP terjadi pada Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan Rakyat, Peternakan dan Perikanan, sedangkan subsektor Holtikultura merupakan satu-satunya sub sektor yang mengalami kenaikan angka NTP.

Kata Bambang, NTP nasional pada bulan April 2017 sebesar 101,01 atau mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen, dibandingkan  NTP Maret 2017.

Hal ini terjadi karena indeks harga diterima petani lebih tinggi dari indeks harga dibayar harga petani dimana indeks harga diterima petani mengalami penurunan 0,008 dan indeks harga petani mengalami penurunan 0,14 persen.

Untuk pedesaan, ujar Bambang, dapat diketahui melalui  indeks konsumsi rumah tangga, inflasi pedesaan Papua tercatat mengalami inflasi 0,68 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua sub kelompok.

"Dari 33 provinsi yang dihitung NTP-nya tercatat 15 provinsi mengalami kenaikan dan 18 provinsi mengalami penurunan NTP dimana Gorontalo tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 0,64 persen sedangkan Jambi tercatat mengalami kenaikan NTP terendah 0,003. Kalimantan Barat tercatat sebagai provinsi dengan penurunan indeks terbesar 1,40 persen serta Kepulauan Riau tercatat mengalami penurunan terkecil yaitu 0,03 persen,"ujarnya.

Secara nasional, 10 provinsi mengalami inflasi perdesaan dan 23 provinsi lainnya terjadi deflasi pedesaan dengan nilai inflasi pedesaan tertinggi terjadi di Papua 0,68 dan terendah di Kepulauan Riau 0,003 persen.

Deflasi pedesaan terbesar terjadi di Gorontalo 0,39 persen dan terkecil tercatat di Sulawesi Selatan dan Maluku masing-masing sebesar 0,01 persen.

Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua pada April 2017 menglami kenaikan 0,17 persen atau terjadi kenaikan angka indeks dari 113,24 pada Maret 2017 menjadi 113,24 pada Maret 2017 menjadi 113,43 pada April 2017.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga