Eksistensi Lenis Kogoya Mempertahankan NKRI Tiru Sang Ayah

Papua kini dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang banyak melahirkan figur-figur potensial.
Share it:
Presiden Joko Widodo saat mendoakan jenazah ayahanda Lenis Kogoya, Lenggup Kogoya
sebelum diterbangkan dengan pesawat ke kampung halamannya di Papua
Jayapura, Dharapos.com
Papua kini dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang banyak melahirkan figur-figur potensial.


Salah satunya, Lenis Kogoya yang kini menjadi orang kepercayaan Joko Widodo sebagai Staf Khusus Presiden RI tersebut.

Putra dari almarhum Lenggub Kogoya ini juga sementara menjabat sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua.

Eksistensi Lenis saat ini diketahui tak lepas dari peran sang ayah Lenggub Kogoya yang telah berpulang pada 28 Maret lalu di usianya yang ke 75 tahun di Rumah Sakit Siloam Jakarta.

Semasa hidupnya, Lenggub dikenal dengan sebutan Gin Iyaglo atau bergelar Panglima Perang di kalangan masyarakat Pegunungan Tengah Papua.

Gelar panglima perang baginya bukan hanya karena Lenggub merupakan generasi ke 4 keturunan panglima perang tetapi juga atas jasanya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda pada 1964 – 1977 di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Bahkan sebelum jenazah di berangkatkan ke Papua, sebagai penghargaan dan penghormatan terakhir dilakukan oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Dalam Negeri serta Menteri Sosial juga beberapa Dirjen dari sejumlah Kementrian.

Seusai prosesi pemakaman yang dilakukan secara militer dan juga secara adat istiadat setempat pada 2 April 2017 di kediaman almarhum atau yang dalam bahasa setempat di sebut Muai turut dibacakan hasil keputusan musyawarah keluarga besar Kogoya dan Wenda.

Dimana hasil keputusan tersebut mengangkat saudara Lenis Kogoya yang merupakan keturunan ke 5 sebagai Panglima Perang menggantikan almarhum ayahnya.

Turut disaksikan perwakilan Pemerintah, Kapolres, Dandim tokoh adat dan tokoh masyarakat serta keluarga dan kerabat.

Bagi keluarga besar Kogoya dan Wenda, penetapan Lenis sebagai panglima perang bukan karena melakukan perlawanan secara fisik, melawan para separatis atau penjajah, namun berbagai perjuangan yang dilakukannya dinilai berhasil dalam mempertahankan keutuhan NKRI.

Staf Khusus Presiden RI, Lenis Kogoya saat berbincang dengan Mensos Khofifar I. Parawansa
yang berkesempatan hadir bersama Presiden RI Joko Widodo ke rumah duka 
Juga dibuktikan dengan terpilihnya Lenis sebagai Staf Khusus Presiden RI saat ini Joko Widodo, dimana semua publik mengetahui bahwa orang nomor satu di Indonesia ini merupakan sosok pemimpin yang jeli dalam menentukan para pendampingnya.

Terpilihnya Lenis bukan karena tuntutan politik atau kedekatan secara emosional, namun atas berbagai ide, gagasan dan karyanya selama ini.

Salah satu terobosan yang dilakukannya yakni penyelesaian konflik Kabupaten Puncak dimana masalah tersebut telah menyita perhatian Pemerintah hingga ke pusat.

Dengan kesadaran dan inisiatif sendiri Lenis terus membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang bertikai sampai ke Pempus melalui Kementrian Koordinator Politik, Hukum dan HAM hingga akhirnya menemukan kesepakatan untuk berdamai.

Hal lain yang juga dilakukan Lenis yakni mengajak para anggota Organisasi Papua Merdeka untuk kembali bergabung dengan NKRI.

Karena baginya, tak ada lagi perlawanan ataupun upaya dari masyarakat Papua untuk memisahkan diri dari NKRI. Jika saat ini masih ada maka itu merupakan kepentingan politik oknum – oknum tertentu.

Begitu halnya dengan aksi pembunuhan yang sering terjadi di Papua, Lenis juga menegaskan bahwa hal itu terjadi bukan merupakan tradisi atau kebiasaan orang Papua, tetapi ada yang oknum -  oknum yang mengambinghitamkan masyarakat Papua demi kepentingan pribadinya.

Melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, sebagai anak asli Papua, Lenis merasa prihatin karena masih ada tangisan dan air mata yang jatuh di atas bumi Cendrawasih yang berlimpah kekayaan alamnya.

Bagi dia, kemerdekaan RI adalah juga merupakan miliki Papua, sehingga yang harus diperjuangkan adalah kemerdekaan di bidang kesejahteraan, pendidikan, kesehatan dan pembangunan yang merupakan  keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Papua membutuhkan sosok pemimpin yang berani menyatu dengan masyarakat dan sungguh – sungguh melayani sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara,” tegas Lenis.

Lenis juga mengungkapkan, program Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan kerja di Papua hingga kali dalam setahun merupakan permintaan dirinya.

“Saya sampaikan bahwa Papua merupakan daerah yang kaya namun sulit sehingga membutuhkan perhatian lebih. Dan masukan tersebut akhirnya diterima Bapak Presiden,” bebernya.

Mengakhiri komentarnya, Lenis menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua agar tetap menjaga kesatuan NKRI dan tidak cepat terprovokasi dengan isu – isu yang tak ada kebenarannya,” tukasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: