Gelar Rakerda II, NPC Papua Bahas Sejumlah Program

National Paralympic Committee (NPC) Papua menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke – II, di Hotel Said Papua, Rabu (23/5).
Share it:
NPC Papua saat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke – II, di Hotel Said Papua, Rabu (23/5).
Jayapura, Dharapos.com 
National Paralympic Committee (NPC) Papua menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke – II, di Hotel Said Papua, Rabu (23/5).

Tema yang diusung dalam Rakerda tersebut : "Konsolidsasi Organisasi Menuju Peningkatan Prestasi".
Sementara Sub Tema “Dengan Rakerda ke -II NPC Provinsi Papua Kita Menuju Sukses Prestasi Peparnas XVI dan PON XX Tahun 2020”.

Ketua NPC Pusat Sandi Marbun mengatakan dalam Rakerda ke II ini banyak program yang akan dibicarakan bersama agar PEPARNAS 2020 dapat berjalan sukses.

“Pelaksanaan Peparnas ke XV  2016 di Bandung Jawa Barat baru saja dilewati, tentu banyak hal yang bisa diadopsi baik penyelenggaraan, penyebutan atlet dan panitia pertandingan serta penempatan  atlet sesuai dengan kebutuhan,” urainya.

Karena, diakuinya, untuk olahraga difabel, banyak kebutuhan yang harus dilengkapi seperti kursi roda kemudian atlet tuna netra yang butuh pendamping sehingga bisa bergerak ke mana-mana.

Lanjutnya, olahraga disabilitas yang menjadi pekerjaan organisasi NPC sungguh telah mengalami perkembangan sangat spektakuler.

Mulai dari sudut apresiasi pemerintah dan komponen masyarakat internasional maupun nasional hingga pada pengembangan pembinaan olahraga disabilitas sebagai pranata sosial yang terlegitimasi dalam peraturan hukum negara.

“Semuanya merupakan fenomena konstruktif  dalam pembawa dan pengantar ide pembinaan olahraga disabilitas hingga tiba pada tujuan esensialnya. Dan hal ini bukanlah sekedar isapan jempol semata tetapi sudah banyak dibuktikan dengan berbagai keberhasilan,” lanjut Marbun.

Para atlet difabel pun kini bisa mentransformasikan mimpi menjadi kenyataan setelah di masa lalu olahraga ini hanya dipandang sebagai instrumen pelengkap yang cukup memilukan. Bahkan kurang begitu dihargai atau diminati hingga termarginalkan di emper - emper pembinaan olahraga prestasi.

Namun saat ini sudah banyak prestasi yang telah terukir baik di tingkat Paralympic hingga ASEAN Paragames.

Ditegaskan pula, bahwa tanpa sumber dana dari pusat maupun daerah maka prestasi olahraga ini pun tidak bisa tercapai.

“Dalam Pasal 11 jelas menyatakan bahwa Pemerintah tingkat pusat maupun daerah wajib menyediakan anggaran dengan jumlah yang memadai dari APBN, APBD untuk pembiayaan pembinaan olahraga penyandang cacat tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Gubernur yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda provinsi Papua Drs. Elia I. Loupatty, MM mengatakan terbentuknya NPC di Indonesia tak lepas dari peran  Prof. DR. Suharso, selaku pendiri panti rehabilitasi cacat yang berganti nama menjadi Balai Besar Rehabilitasi Sosial.

Yang kemudian berlanjut pada 31 Oktober 1962 denngan berdirinya wadah organisasi olahraga penyandang cacat YPPC  di Surakarta Jawa Tengah.

Seiring dengan berjalannya waktu, lembaga ini kembali berubah nama menjadi YPOC dengan visi mewujudkan olahraga cacat yang berprestasi. Dan untuk meningkatkan prestasi tersebut, YPOC kemudian membentuk keanggotaan yang kuat dari dalam negeri maupun di forum internasional.

“Dan kemudian YPOC, kembali berubah nama menjadi NPC Indonesia yang telah diakui legalitasnya oleh pemerintah,” urainya.

Diakuinya Gubernur, hubungan kerja sama dan koordinasi interen BPOC, NPC dan Pemerintah sudah sangat baik selama ini. Terbukti dengan adanya perhatian pemerintah melalui pemberian bantuan renovasi gedung kantor NPC Pusat hingga berujung pada  hasil prestasi olahraga yang cukup menggembirakan baik nasional maupun internasional.

“Pemerintah betul-betul mengakui dan berusaha tidak membedakan olahraga difabel dengan olahraga normal. Karena setiap pelaksanaan PON disatukan dengan olahraga difabel yang terakhir dilakukan di Bandung Jawa Barat tahun 2016 lalu,” akuinya.

Lanjut Gubernur, NPC  Papua akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Peparnas 2020 yang digelar bersamaan dengan PON XX.

“Untuk itu, mari kita bersatu padu dalam rangka menyukseskan 2 even tersebut yang akan ditangani Provinsi Papua,” ajaknya.

Rakerda, terang dia, akan membahas dengan baik dan cermat serta bisa mengadopsi pelaksanaan PON dan Peparnas di Jawa Barat, 2016 lalu.

“Ini yang akan menjadi catatan bagi Pemerintah Provinsi agar hal ini segera ditangani dan dilaporkan melalui Dinas Olahraga untuk di kita bicarakan di tingkat Provinsi Papua dalam rangka meningkatkan prestasi NPC Provinsi Papua menuju Peparnas 2020,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: