Kapolda Minta Masyarakat Papua Terus Pelihara Semangat Perdamaian

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Drs. Boy Rafli Amar meminta masyarakat Papua yang berada di Kota Jayapura sangat perlu untuk terus melanjutkan upaya-upaya memelihara semangat perdamaian.
Share it:
Kapolda Papua Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar saat menyalami Ketua Klasis GPI Jayapura - Nabire
Jayapura, Dharapos.com 
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Drs. Boy Rafli Amar meminta masyarakat Papua yang berada di Kota Jayapura sangat perlu untuk terus melanjutkan upaya-upaya memelihara semangat perdamaian.

Begitu pula semangat membangun suasana yang nyaman, rukun dan penuh dengan kegotongroyongan yang memang harus dipelihara dari waktu ke waktu.

Atas kejadian pembakaran buku yang diduga Alkitab di lingkungan mess Kasrem, memang  sangat disayangkan karena informasi begitu cepat tersebar di masyarakat melalui media  sosial, hingga menimbulkan reaksi dari masyarakat Kota Jayapura.

“Olehnya itu, pihak Kepolisian Daerah Papua dengan segala upaya bersama dengan Kasdam XVII/Cendrawasih, Danrem , Kapolresta bersama anggota TNI untuk mencoba memberikan penjelasan kepada masyarakat  guna menenangkan warga yang sudah terbakar emosi,” ungkapnya saat pertemuan yang digagas Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM bersama Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayor jederal TNI George L. Supit , serta Wakil ketua dan Anggota DPRD Kota Jayapura, Wakil Kapolresta Jayapura, Komandan Kodim 1701 Jayapura. Sekda Kota Jayapura, tokoh agama dari berbagai denominasi gereja, tokoh adat, paguyuban, para imam, pendeta, tokoh pemuda bersama masyarakat setempat, di aula Sian Soor kantor Wali Kota, Jumat (26/5).

Yang turut dihadiri pengurus PGGS Kota Jayapura, Ketua MUI, Ketua FKUB, Ketua Muhammadiyah, dan Ketua NU Kota Jayapura, KNPI, Ormas pemuda, serta Ketua HMI Papua dan Papua Barat.

Kapolda mengakui warga telah tersulut emosinya akibat beredarnya isu-isu yang sangat sensitif sehingga sulit diajak untuk berbicara secara jernih.

“Sehingga berdampak pada terjadinya aksi pelemparan oleh warga ke arah rumah Kasrem,” akuinya.

Sebelum dilakukan upaya pembubaran terhadap kegiatan itu, Kapolda juga sudah berusaha menjelaskan kembali hasil rapat pihaknya dengan Kasdam bahwa akan dilakukan langkah-langkah hukum.

Karena Kasdam telah menyiapkan tim penyidik dari Polisi Militer bahkan dari Polda Papua juga memberikan bantuan penyidik untuk bersama-sama mendatangi lokasi yang berada di mess Korem namun sulit untuk bisa dijangkau, karena masyarakat masih anarki.

“Kita tidak menginginkan isu- isu perpecahan yang dapat menimbulkan konflik di antara kita,” tegasnya.

Olehnya itu  pada kesempatan tersebut, Kapolda mengajak semua pihak untuk sama -sama mewujudkan semangat kenegaraan di dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan bangsa Indonesia.

Ia juga meminta kepada tokoh tokoh agama, pendeta serta pastor juga dari unsur Ulama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat serta tidak main hakim sendiri.

“Karena biar bagaimanapun juga, langkah-langkah main hakim sendiri atau upaya-upaya kekerasan yang kita ke depankan tidak akan menyelesaikan masalah,”imbuh Kapolda.

Para tokoh yang hadir dalam pertemuan hari ini juga mempunyai kompetensi yang baik untuk dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat maupun kepada umat masing-masing.

“Di kabupaten lain juga disampaikan pesan yang sama melalui Kapolres dan Dandim untuk bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat. Karena kita tidak pernah menginginkan isu-isu perpecahan seperti ini yang dapat menimbulkan konflik di antara masyarakat,” lanjutnya.

Karena itu, kembali tegas Kapolda, dukungan para tokoh saat ini diharapkan untuk mewujudkan semangat negarawan dalam menjaga keutuhan keharmonisan bangsa Indonesia.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga