Kegagalan Bangun Pancasila Penyebab Munculnya Organisasi Fundamental

Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan digelar di Hotel Fave Kota Jayapura, Selasa (30/5).
Share it:
Ketua Bidang Kehormatan Partai PDIP yang juga anggota DPR - RI Dapil Papua, Komarudin Watubun, SH, MH
saat membuka secara resmi Rakerdasus III PDIP Provinsi Papua yang ditandai dengan penabuhan tifa
Jayapura, Dharapos.com 
Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) III Partai Demokrasi  Indonesia Perjuangan digelar di Hotel Fave Kota Jayapura, Selasa (30/5).

Rakerdasus di buka secara resmi oleh Ketua Bidang Kehormatan Partai PDIP yang juga anggota DPR - RI Dapil Papua, Komarudin Watubun, SH, MH yang didampingi Ketua DPD PDIP Provinsi Papua, Edoardus Kaize.

Komarudin dalam sambutannya mengungkapkan kondisi nasional saat ini tidak sebaik beberapa waktu lalu bahkan dalam situasi yang agak guncang.

“Hal ini dikarenakan karakter kebangsaan yang tidak kita bangun dengan baik dimana salah satu faktor yang menyebabkan munculnya organisasi fundamentalis di Indonesia karena kelemahan dan kegagalan kita dalam membangun Pancasila itu sendiri,” ungkapnya.

Pancasila yang harus menghadirkan keadilan dan kesejahteraan di tengah rakyat dan perilaku pejabat menjadi tanggung jawab dan kerja keras partai politik.

Dan hal ini merupakan salah satu tantangan berat bagi keluarga PDIP Perjuangan khususnya di Papua, DPR bahkan eksekutif.

“Keadilan akhir-akhir ini secara global menjadi masalah bahkan semua gejolak yang ada terjadi akibat dari ketidakadilan,” bebernya.

Untuk itu kaitannya dengan Rakerdasus III PDIP Provinsi Papua menjadi pintu dalam melahirkan pemimpin-pemimpin daerah yang berkualitas.

“Saya berharap agar pimpinan daerah jangan hanya sebatas mengenakan burung garuda di dada namun harus mampu mengatasi tantangan yang ada khususnya di Tanah Papua. Dan  sebagai keluarga partai PDIP
Perjuangan maka kita harus mengetahui tanggung jawab masing-masing seperti kita ditugaskan ke DPR maka kerjakanlah dengan baik selaku DPR,” urainya.

Minimal, sambung Komarudin,  tidak melakukan korupsi karena jika hal itu dilakukan maka tentu terjadi kehancuran pada partai sendiri.

“Begitu pula jika ditugaskan menjadi kepala daerah baik Bupati maupun Gubernur maka bekerjalah dengan baik untuk mewujudkan cita-cita partai serta menghadirkan keadilan dan kesejahteraan di tengah-tengah rakyat Papua,” sambungnya.

Ditambahkan, pada tahun 2019 mendatang masyarakat akan menyambut pelaksanaan beberapa event penting yang baru pertama kali dalam sejarah negara  Indonesia yaitu pemilihan langsung DPR, DPRD, DPD maupun Presiden RI.

Dikatakan, hal ini tentu sangat baik namun di sisi lain perlu juga dipertanyakan apakah aparat keamanan bisa mengupgrade jika terjadi Gejolak dalam pemilihan?

Namun ini sudah menjadi keputusan negara sehingga harus dilakukan dan sebagai parpol maka harus bertanggung jawab pada posisi masing-masing.

“Juga ada dua even penting yang akan kita kerjakan berkesinambungan yaitu pemilihan kepala daerah 2018 dimana pemilihan Gubernur menjadi yang terbanyak untuk PDIP di seluruh Indonesia. Ada 17 Gubernur yang akan di rekomendasikan oleh PDIP yang notabene jumlah penduduk pemilih lebih dari 50 persen,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga