Ketua Dewan Adat Keerom : 1 Mei Resmi Papua Kembali ke NKRI

Ketua Dewan Adat Keerom, Serfo Tuami menegaskan bahwa tanggal 1 Mei bukan Hari Aneksasi Papua.
Share it:
Bendera Merah Putih berukuran 20 x 10 meter yang berhasil dikibarkan di puncak Gunung Pawa,
perbatasan RI - PNG sebagai bukti Papua adalah bagian dari NKRI
Keerom, Dharapos.com
Ketua Dewan Adat Keerom, Serfo Tuami menegaskan bahwa tanggal 1 Mei bukan Hari Aneksasi Papua.

“Tidak ada itu, karena sejarah mencatat bahwa tanggal 1 Mei adalah hari kembalinya Papua ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari tangan penjajah Belanda dan itu sah serta tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya saat dikonfirmasi, Senin (1/5).

Menanggapi soal tudingan 1 Mei adalah hari Aneksasi Papua, Serfo menilai bahwa masyarakat Papua tidak mengerti akan hal itu.

“Menurut saya bahasa aneksasi itu sampai sekarang masyarakat di Papua ini khususnya di Kabupaten Keerom itu banyak yang tidak mengerti arti aneksasi itu sendiri," ungkapnya.

Diakuinya, bahasa aneksasi tersebut oleh para aktivis diartikan sebagai pencaplokan wilayah Papua .

"Sekarang saya mau tanya ke mereka (aktivis ) yang mereka sampaikan pencaplokan wilayah Papua itu maksudnya apa? Memangnya Papua ini wilayahnya siapa. Dan pencaplokan Papua itu sendiri maksudnya pencaplokan milik siapa," tanda Serfo dengan nada tegas.

Padahal sudah jelas, Papua ini adalah wilayah dari pada Indonesia.

“Bicara sana sini aneksasi tapi masyarakat tidak tahu maksudnya apa, ya akhirnya ya begitu saja tidak membawa pengaruh ke masyarakat Papua itu sendiri," cetusnya.

Serfo juga mengaku heran hal apa yang mendasari adanya pernyataan pencaplokan wilayah Papua.

“Jadi Papua ini wilayahnya sudah jelas yaitu Indonesia dan siapapun atau pihak manapun  tidak bisa memisahkannya," ujar Serfo.

Olehnya, Serfo menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak terpengaruh isu-isu yang menyesatkan.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga