LK Nyatakan Siap Bertarung di Pilgub Papua 2018

Meski masih setahun lagi pelaksanaan Pemilihan Gubernur pada 2018 mendatang, namun suhu politik di Papua kini mulai memanas.
Share it:
Lenis Kogoya, SH, MH
Wamena, Dharapos.com
Meski masih setahun lagi pelaksanaan Pemilihan Gubernur pada 2018 mendatang, namun suhu politik di Papua kini mulai memanas.

Sejumlah nama mulai digadang-gadang bakal maju bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di provinsi paling timur Indonesia ini.

Setelah Lukas Enembe yang telah memastikan untuk bertarung kembali, menyusul kemudian Klemen Tinal, John Wempi Wetipo, Paulus Waterpauw dan Ones Pahabol.

Kini muncul figur baru, Lenis Kogoya , SH, MH (LK) yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden RI, Joko Widodo.

Pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat (LMA)  telah menyatakan diri untuk  maju dalam Pemilihan Gubernur  (Pilgub) Papua pada 2018 mendatang.

Peran LMA  yang dipandangnya sangat penting dalam mendorong pembangunan di seluruh Tanah Papua menjadi alasan baginya untuk maju bertarung.

“Saya siap untuk  maju, karena kadang-kadang saya kesal, LMA  di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Papua  tak pernah dilayani dan tak pernah dihargai. LMA  hanya dijadikan sebagai pemadam kebakaran. Pemerintah daerah sekarang sudah melupakan adat,” tegasnya usai mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (10/5) lalu.

LK mengaku punya alasan tersendiri untuk maju di Pilgub Papua 2018.

“Saya cuma sedih dan  selalu menangis karena generasi muda Papua selalu membawa surat-surat ke Jakarta ke sini mau dapat pekerjaan tapi tak pernah dapat.  Itu kadang-kadang saya kesal sendiri, karena kalau masyarakat dilayani baik mungkin saya tak maju, tapi kalau tak dilayani baik saya nggak tahu ke depanya,” ujarnya.

Soal siapa yang diprediksi lebih banyak mendapat dukungan  masyarakat  Papua apakah itu ke Lukas Enembe (Petahana, red)  atau dirinya maupun calon lain, LK menilai bahwa yang punya suara adalah rakyat.

“Jadi, soal itu tak bisa kita pastikan, karena kita tak bisa melihat suara hati masyarakat. Soal masalah   hitung-hitungan kita tak bisa hitung sekarang,” cetusnya.

Terkait opsi bagi dirinya untuk maju dari  independen atau parpol, LK mengaku tak bisa menentukan itu karena khususnya parpol memiliki tim survei.

“Karena saya bukan orang parpol jadi kita tunggu tanggal mainnya saja,” terangnya.

Disinggung soal restu dari Presiden Joko Widodo kepada dirinya untuk maju pada Pilgub Papua mendatang, LK hanya memberi jawaban diplomatis.

“Itu  sifatnya  rahasia dan tak bisa dibuka sekarang. Nanti kita tunggu tanggal mainnya saja,” tukasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: