Masyarakat Diminta Bersabar dalam Menanti Pelayanan Medis

Pemerintah Provinsi Papua meminta masyarakat untuk bersabar dalam menantikan pelayanan medis.
Share it:
Kompleks RSUD Abepura
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah Provinsi Papua meminta masyarakat untuk bersabar dalam menantikan pelayanan medis.

Demikian disampaikan Asisten II  Bidang Pembangunan dan Kesra Sekda Papua Drs. Elia I. Loupatty, MM, pada acara peringatan  Hari Perawat Sedunia Tahun  2017 digelar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Jayapura  di Halaman Kantor Gubernur, Jayapura, pekan kemarin.

Ia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua  ikut menjaga keamanan  dan ketertiban (Kamtibmas), untuk sigap dalam mengantisipasi aksi kekerasan yang dilakukan oknum masyarakat terhadap tenaga medis, khususnya di masing-masing   RSUD, yang  tersebar di Kota Jayapura.

Mengingat telah terjadinya tindak kekerasan terhadap tenaga medis oleh oknum keluarga pasien di RSUD Abepura, beberapa waktu lalu

“Kepada Pak Kasat Pol PP kejadian kekerasan  terhadap tenaga medis di RSUD  Abepura perlu kita sikapi agar peristiwa ini tak terulang  lagi. Dan kepada masyarakat saya atas nama Pemprov Papua mau menyampaikan, agar banyak bersabar untuk menerima pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Pada momen tersebut, PPNI Kota Jayapura menyampaikan deklarasi penolakan tindakan teror, intimidasi dan kekerasan baik secara fisik, mental maupun spiritual bagi tenaga perawat di seluruh Tanah Papua.

Khususnya kepada FORKOPIMDA Provinsi Papua, masing-masing  Gubernur Papua, Pangdam XVII/ Cenderawasih dan Kapolda Papua.

Sebagaimana diwartakan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Abepura Jayapura ditutup oleh pihak rumah sakit, Kamis (11/5).

Pasalnya,  penutupan fasilitas vital RS pemerintah ini menyusul insiden pemukulan dokter jaga RSUD Abepura.

Kasus pemukulan yang terjadi sekitar pukul 21.45 WIT akibat meninggalnya pasien atas nama Derta Murib (16), yang oleh pihak keluarga menuding adanya mall praktek yang dilakukan hingga meninggalnya pasien tersebut.

Keluarga tidak terima, dan mengamuk di dalam ruang IGD, hingga pasien yang sementara dalam perawatan kocar- kacir meninggalkan ruang IGD. Dan hari ini, ruang IGD di RS ditutup.

Kondisi ini pun disesalkan Roberthus Banga, orang tua dari pasien bernama Irene Banga, yang menderita sesak nafas.

"Sangat disayangkan, artinya setiap saat kita butuh pelayanan, ini seperti anak saya lagi sesak nafas. Karena hari ini hari libur tak ada dokter praktek," sesalnya dengan nada kecewa.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga