Masyarakat Kota Jayapura Diminta Menahan Diri dan Tak Termakan Isu

Masyarakat Kota Jayapura diminta untuk menahan diri dan tak termakan isu serta menyebarkan kepada sesamanya melalui media sosial.
Share it:
Ketua Fraksi PDIP Perjuangan DPRD Kota Jayapura, Jhon Betaubun, SH, MH pada kesempatan pertemuan bersama Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen George L. Supit, Jumat (26/5)
Jayapura, Dharapos.com 
Masyarakat Kota Jayapura diminta untuk menahan diri dan tak termakan isu serta menyebarkan kepada sesamanya melalui media sosial.

“Pemicu insiden yang terjadi pada Kamis (25/5) kemarin, di sekitar Korem disebabkan karena  gencar-gencarnya postingan yang dilakukan masyarakat pada media-media sosial dalam mempublish informasi,” demikian di sampaikan Ketua Fraksi PDIP Perjuangan DPRD Kota Jayapura, Jhon Betaubun, SH,MH pada kesempatan pertemuan bersama Wali Kota Jayapura, Kapolda Papua , Pangdam XVII Cendrawasih dan para tokoh lainnya, Jumat (26/5).

Pasalnya, informasi dugaan kejadian ketidaksengajaan pembakaran Alkitab di belakang kediaman Kasrem 172/PWY yang belum jelas tersebut langsung disampaikan ke publik hingga kemudian memprovokasi masyarakat lain juga warga gereja.

Karena atas informasi tersebut, langsung memicu terjadinya amuk massa tepat di kediaman Kasrem 172/PWY, sehingga mengakibatkan sebagian wilayah Abepura lumpuh total, karena dilakukan pemblokiran jalan oleh warga.

“Dan atas kejadian tersebut semua orang yang tidak mengetahuinya menjadi tahu,” tandasnya.

Kareteker Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Jayapura ini pun turut memberikan masukan kepada tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk memberikan pencerahan kepada umat.

Ia pun kembali menghimbau seluruh masyarakat Kota Jayapura, agar tidak menyampaikan informasi kepada sesama masyarakat melalui media sosial, apalagi informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Karena lewat media sosial itulah memicu informasi yang menyebabkan terjadinya pro dan kontra," tegasnya

Mewakili GMKI Kota Jayapura, Betaubun juga meminta warga GMKI untuk sama –sama mendukung proses secara transparan oleh Polda Papua dan Kodam XVII/Cendrawasih.

Hingga hasilnya nanti disampaikan melalui media secara terbuka dan transparan kepada semua elemen masyarakat agar proses ini bisa diselesaikan dengan tuntas dan tidak terkesan ditutup-tutupi.

“Kami mendukung Pangdam dan Kapolda serta Wali Kota Jayapura untuk menyelesaikan masalah ini,” cetusnya.

Pada kesempatan tersebut Betaubun juga mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk memberikan apresiasi kepada DR. Benhur Tomi Mano, MM yang belum seminggu memegang tampuk kepemimpinan sebagai  Wali Kota Jayapura periode 2017 - 2022, namun sudah bisa mengatasi kejadian tersebut dengan cepat dan tepat .

Sementara itu, Pdt. Carlos Mano dari Klasis GKI Jayapura mengaku melihat fenomena ini menjadi dua bias, yakni bias situasi nasional dan situasi Kota Jayapura yang akhir-akhir ini tidak nyaman.

Menurutnya, ini merupakan situasi urgen dan sangat sensitif sehingga perlu penanganan secara preventif.

“Kejadian kemarin menjadi bias nasional yang dimainkan di daerah tentu akan menjadi situasi internasional dimana mata dunia sementara tertuju untuk Papua,” beber Mano.

Lanjutnya, di belakang Forkopimda, ada tiga komponen penting yang menjadi stakeholder yakni tokoh adat, suku, agama dan tokoh masyarakat.

“Artinya bisa menjadi partner kerja yang benar-benar langsung ada dan berbaur dengan masyarakat serta bukan hanya tindakan-tindakan karikatif atau pemadam kebakaran namun melakukan tindakan preventif yang sangat penting untuk menjaga keutuhan,” lanjut Mano.

Terkait informasi, salah satu pendeta GKI yang melakukan orasi di depan Korem yang  saat itu  mencekam, ia memastikan pihak klasis akan memanggil yang bersangkutan dan apabila terbukti maka akan dicabut haknya sebagai Ketua Jemaat.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua, Pdt Titus Yikwa menilai selain membasmi minuman keras maka ia juga meminta untuk membasmi semua hand phone karena pengaruhnya sangat luar biasa dalam menyebarkan info-info yang  memprovokasi masyarakat.

“Dalam satu menit saja langsung kejadian dan masyarakat  seantero Papua langsung mengetahui kejadian tersebut dalam sekejap,” nilainya.

Untuk itu, Yikwa meminta warga yang mengambil gambar pembakaran tersebut agar dicek dengan baik.

Di tempat yang sama, Ketua HMI Papua - Papua Barat, Nasrul mengusulkan kepada seluruh pemangku
kepentingan di Kota Jayapura termasuk  Kapolda untuk melakukan upaya protektif guna pencegahan dan mengusut tuntas serta menyelesaikan semua masalah provokasi atas nama suku, agama dan ras di Tanah Papua.

“HMI mendukung semua upaya yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dan kelompok mahasiswa untuk mewujudkan Papua tanah damai, teristimewa Kota Jayapura,” tandasnya.

Nasrul juga mendorong pengaktifan kembali patroli keamanan secara berkelanjutan oleh kepolisian mulai dari Polsek, Polres dan institusi lainnya di Papua serta mengaktifkan kembali pos TNI-Polri selama 24 jam terutama pada wilayah rawan kriminal.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments: