Operasi Patuh Matoa, 2017 Alami Kenaikan Jumlah Pelanggaran

Jumlah pelanggaran lalu lintas oleh pengendara bermotor di Papua sepanjang 2017 mengalami peningkatan jika dibanding dengan tahun 2016 lalu.
Share it:
Kabid. Humas Polda Papua, Kombes. Pol. AM Kamal saat memberikan keterangan pers
Jayapura, Dharapos.com
Jumlah pelanggaran lalu lintas oleh pengendara bermotor sepanjang 2017 mengalami peningkatan jika dibanding dengan tahun 2016 lalu.

Hal tersebut terungkap saat Kepolisian Daerah Papua bersama jajaran melakukan upaya penindakan dan penertiban pengendara kendaraan bermotor melalui Operasi Patuh Matoa Tahun 2017.

Operasi tersebut berlangsung selama 14 hari terhitung sejak 9 - 22 Mei 2017.

Kabid. Humas Polda Papua, Kombes. Pol. AM Kamal, Selasa (23/5) merincikan hasil yang dicapai selama berlangsungnya operasi Patuh Matoa 2017 ini mendapati kasus pelanggaran lalu lintas sebanyak 3.500 pengendara.

“Jika di bandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 3.181, maka tentunya untuk tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 319 atau 10 persen,”  rincinya.

Begitu pula, jumlah tilang di tahun 2017 sebanyak 2.118 jika di bandingkan tahun 2016 sebanyak 1.979 mengalami kenaikan sebanyak 139 atau 7 persen.

“Sedangkan jumlah teguran pada tahun 2017 mencapai 1.382 jika di bandingkan 2016 berjumlah 1.202. Jadi mengalami kenaikan sebanyak 180 atau 15 persen,” lanjutnya.

Lebih lanjut Kamal menjelaskan, untuk angka kecelakaan lalu lintas di 2017 mencapai 19 kasus dibandingkan tahun 2016 sebanyak 6 kasus atau mengalami kenaikan 13 kasus atau 217 persen

Sementara, korban meninggal dunia tahun 2017 sebanyak 7 jika di bandingkan tahun 2016 sebanyak 6 atau mengalami kenaikan sebanyak 1 kasus atau 0,7 persen

“Korban luka berat tahun 2017 sebanyak 20 jika dibandingkan tahun 2016 sebanyak 2 mengalami kenaikan sebanyak 18 atau 900 persen sedangkan korban luka ringan sebanyak 20 meningkat dibandingkan tahun 2016 sebanyak satu atau mengalami kenaikan sebanyak 19 atau 1,900 persen,” sambungnya.

Diperkirakan, kerugian materiil tahun 2017 sebesar Rp 120,800,000,- jika dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 37.500.000,- atau mengalami kenaikan sebesar Rp 83.300,000 atau 222 persen.

Untuk kegiatan Dikmas Lantas (preventif) pada tahun 2017 sebanyak 820 jika dibandingkan tahun 2016 sebanyak 883 mengalami penurunan sebanyak 63 atau 8 persen

“Sedangkan untuk data turjawali lantas (preventif) pada tahun 2017 sebanyak 4.974 jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 2.797 atau mengalami kenaikan sebanyak 2,150 atau 77 persen,” pungkasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Papua

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga