Pendidikan di Yahukimo Masih Memprihatinkan

Kondisi pendidikan Kabupaten Yahukimo hingga saat ini masih sangat memprihatinkan.
Share it:
Kondisi pelayanan pendidikan di Kabupaten Yahukimo, beberapa tahun silam 
Jayapura, Dharapos.com
Kondisi pendidikan Kabupaten Yahukimo hingga saat ini masih sangat memprihatinkan.

Demikian pernyataan anggota Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (4/5).

Ia kemudian menuturkan fakta yang baru terjadi beberapa waktu lalu saat berlangsungnya Ujian Nasional pada 2 sekolah masing-masing SMPN Angrup dan SMPN Nipsan.

“Mereka melaksanakan ujian nasional hanya sehari saja,” bebernya.

Yang lebih parahnya lagi, lanjut Pahabol, sebanyak 4 siswa SMPN Angrup dan 6 siswa SMPN Nipsan tidak bisa mengikuti ujian.

Alasan yang diterima pihaknya dari lapangan, para siswa kedua SMP tersebut tidak memiliki Nomor peserta ujian.

“Para siswa ini kan bersekolah dan menuntut ilmu selama dua tahun lebih di kedua SMP tersebut tiba-tiba nomor ujian pesertanya tidak ada, ini kan aneh,” herannya.

Atas fakta ini, Pahabol pun mempertanyakan Kepala Sekolah dan Kepala Dinas setempat.

“Mana nomor peserta mereka?? Jangan memberikan alasan yang tidak masuk akal. Makanya, terhadap masalah ini Bupati, Kepala Dinas dan Kepala Sekolah setempat harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Pahabol pun mengingatkan pihak-pihak yang coba-coba menghambat kemajuan anak-panak Papua.

“Jangan coba-coba menghambat anak-anak Papua yang ingin melanjutkan studinya dengan persoalan administrasi. Karena apabila kita menghambat mereka anggap saja kita sudah putuskan masa depan mereka,’ kembali tegasnya.

Pahabol pada kesempatan tersebut juga menyesalkan kondisi pelayanan pendidikan di tingkat SD Distrik Angrup.

Dirincikan, pada distrik tersebut terdapat kurang lebih dua puluhan SD.

“Dari dua puluhan sekolah itu hanya SD YPK Angrup yang aktif melaksanakan proses belajar mengajar, sedangkan sisanya tidak ada proses belajar mengajar,” bebernya.

Setelah mengecek kondisi riil yang terjadi di lapangan, ternyata Kepala Sekolah maupun guru PNS tidak  berada di tempat.

“Sementara yang mengajar selama ini adalah tutor-tutor buta aksara dan tenaga sukarela,” kembali bebernya.

Olehnya itu, Pahabol mengharapkan ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Papua terlebih khusus Pemerintah setempat agar masalah pendidikan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo dapat segera terbenahi.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga