PSU Kepulauan Yapen Butuh Anggaran Rp 20 Miliar

Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Kepulauan Yapen bakal menelan dana sebesar 20 Miliar rupiah.
Share it:
Ilustrasi PSU
Biak, Dharapos.com
Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Kepulauan Yapen bakal menelan dana sebesar 20 Miliar rupiah.

Terhadap itu, Bupati Kepulauan Yapen, Tony Tesar mengakui, jika pihaknya mempunyai kewajiban untuk mengalokasikan dana bagi penyelenggaraan PSU.

"Sebagai Bupati tentunya PSU kita punya kewajiban untuk menyediakan alokasi dana. Persoalannya, APBD 2017 sudah ditetapkan. Sedangkan kebutuhan untuk KPU, Bawaslu dan pihak keamanan dianggarkan Rp20 miliar," ungkapnya, saat dikonfirmasi, Rabu (17/5).

Diakuinya, jumlah anggaran itu cukup banyak sehingga pihaknya terpaksa harus melakukan pemotongan anggaran untuk  sejumlah kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBD 2017 atau pelaksanaannya ditunda.

"Kami akan sangat hati-hati, kami telah membahas dengan DPRD, dimana agar pelayanan utama seperti kesehatan dan pendidikan jangan diganggu," tukasnya.

Sementara itu terkait penyerahan dana  hibah, Bupati mengaku belum ada penandatanganan kesepakatan bersama dengan pihak penyelenggara pilkada.

"Seharusnya tanggal 15 Mei kemarin, tapi karena KPU sedang mengurus PSU di Tolkara jadi rencananya tersebut batal dilakukan,"jelasnya.

Sebelumnya, MK memutuskan untuk dilakukan PSU di 16 Distrik.

Pilkada Yapen diikuti oleh 6 pasangan calon antara lain, Tonny Tesar, S.Sos dan Frans Sanadi, B.SC, S.Sos, MBA;  Melkianus L. Doom, A.Md dan Saul Ayomi, SH; Benyamin Arisoy, SE, M.Si dan Drs.Nathan Bonai, M.Si; Ir. Marthen Kayoi, MM dan Aser Paulus Yowei, ST, S.Th, MT; Simon Ataruri, S.Pi, M.Si dan Isak Semuel Worabai, SE; Yulianus Klemens Worumi, S.Th dan Zefanya Yeuwun, S.Pd.K

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments: