Puluhan Usaha Koperasi di Kota Jayapura Terancam Dibubarkan

Kementrian Koperasi dan UKM memastikan lebih kurang 50 Koperasi di Kota Jayapura sudah tidak layak dan harus segera dibubarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Share it:
Robert L.N. Awi, ST, MT
Jayapura, Dharapos.com 
Kementrian Koperasi dan UKM memastikan lebih kurang 50 Koperasi di Kota Jayapura sudah tidak layak dan harus segera dibubarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, dari 50 unit usaha tersebut sebanyak 12 unit koperasi telah menyampaikan surat ke Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian Perdagangan  Koperasi dan UKM (Disperindkop - UKM) setempat menyatakan bahwa koperasi mereka masih aktif.

Demikian pernyataan yang di sampaikan Kepala Disperindkop - UKM Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, ST, MT, Senin (29/5).

Kondisi ini diakuinya telah disampaikan pihak Kemenkop – UKM pada 2 bulan yang lalu.

“Kemenkop dan UKM RI hingga saat ini terus melakukan pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan Koperasi terhadap perundang-undangan. Karena dengan adanya pengawasan ini, maka  akan terbentuk koperasi yang kuat, sehat, mandiri dan tangguh,” akui Awi.

Berdasarkan itu, maka Pemkot telah menindaklanjuti surat tersebut dengan melakukan pemantauan dan survei langsung di lapangan.

Dan memang benar ada 12 koperasi yang menyampaikan surat melalui Dinas Perindagkop - UKM yang menyatakan bahwa statusnya masih aktif.

“Guna memastikan itu, kami juga melakukan pantauan dan ternyata koperasinya masih aktif hanya kantornya berpindah alamat,” sambungnya.

Hal ini pun juga telah disampaikan Pemkot kepada Kementerian untuk dilakukan pembekuan terhadap 38 koperasi sisanya yang aktivitasnya sudah tidak sesuai undang-undang.

Ditambahkan Awi, untuk koperasi yang masih aktif hingga saat ini sebanyak 161 unit yang sebagian besarnya berada di pusat kota, sedangkan di kampung-kampung tidak ada koperasi.

“Dan untuk itu, lewat program perkoperasian maka kami mulai menghidupkan koperasi adat di kampung yang notabene ada di 14 kampung. Tahun ini merupakan program koperasi adat pada tiga kampung yang tahun ini baru kita bangun yaitu kampung Waena, Kayu Pulo dan kampung Kayu Batu,” rincinya.

Untuk keterlibatan orang asli Port Numbay pada 161 koperasi diakui Awi memang ada, hanya saja dari ke 161 koperasi tersebut bergerak dalam berbagai jenis usaha yaitu koperasi simpan pinjam,  natura,  pertanian dan koperasi peternakan.

“Dan semua koperasi tersebut berjalan dengan baik namun hanya yang menjadi sorotan Perindagkop yaitu bagaimana kami meningkatkan keinginan masyarakat di kampung untuk terlibat langsung di koperasi yang saat ini menjadi fokus kami,” cetusnya.

Olehnya itu, diharapkan barang-barang yang dijual di kampung harganya tidak beda jauh dari harga barang-barang yang ada di Kota Jayapura.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: