Ratusan RTLH di Biak dan Supiori Terima Bantuan Perbaikan

Sebanyak 320 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Biak dan 550 unit rumah di Kabupaten Supiori, Kamis (18/5) menerima dana bantuan perbaikan yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH.
Share it:
Gubernur Lukas Enembe, SIP.MH menyerahkan secara simbolis dana Bantuan Stimultan Perumahan 
Swadaya kepada sejumlah penerima manfaat di halaman kantor Distrik Biak Kota, Kamis (18/5)
Biak, Dharapos.com
Sebanyak 320 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Biak dan 550 unit rumah di Kabupaten Supiori, Kamis (18/5) menerima dana bantuan perbaikan yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Papua
Lukas Enembe, S.IP, MH.

Program bertajuk Bantuan Stimultan Perumahan Swadaya (BSPS) ini di inisiasi Direktorat Jenderal Penyedia Perumahaan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyedia Perumahan Provinsi Papua.

“Tahun ini kita dapat 3.500 unit untuk dibantu perbaikan. Harapan saya, bantuan ini dimanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki rumah bapak ibu. Saya sudah minta Pak Soltip, tahun depan kita targetkan naik jadi 5.000 rumah,” tandas Gubernur saat acara penyerahan.

Acara penyerahan yang berlangsung di halaman kantor Distrik Biak Kota dihadiri Bupati Supiori, Jules Warikar, Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyedia Perumahan Provinsi Papua Malikidin Soltip, anggota DPR RI Wellem Wandik dan sejumlah unsur Muspida Kabupaten Biak.

Menurutnya, sebagian besar orang Papua tidak memiliki rumah layak huni. Bahkan, tak sedikit pula yang tidak memiliki rumah sama sekali. Kondisi ini turut berdampak pada buruknya derajat kesehatan masyarakat.

Sehingga, di era kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal, ia telah membangun sekitar 13.000 unit rumah layak huni bagi masyarakat Papua.

“Kita punya kayu banyak, hutan yang luas, tapi kenapa kita tidak bisa bangun rumah yang sehat? Sejak 2013, saya coba bangun perumahan di sepanjang Danau Sentani, saya minta para pengusaha kayu yang selama ini ambil kayu bawa keluar Papua, tolong sumbang dana bangun rumah-rumah itu dengan bahan dasar kayu dan sudah dibangun,” cetus Gubernur.

Foto bersama usai penyerahan bantuan
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyedia Perumahan Provinsi Papua Malikidin Soltip mengatakan tahun 2017 pihaknya akan memperbaiki 3.500 unit rumah yang dinilai tidak layak huni di Papua. Jumlah ini meningkat dari tahun 2015 yang hanya 2.000 unit rumah.

“Jadi program Bantuan Stimultan Perumahan Swadaya (BSPS) diawali dengan pendataan rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah mulai dari Kampung, Distrik lalu ke Dinas Perumahan atau PU di kabupaten untuk selanjutnya diseleksi oleh kami, mana yang kita anggap masuk kategori tidak layak huni untuk diperbaiki. Tahun 2018, kita targetkan jatah Papua 5.000 unit rumah,” urainya.

Menurut Soltip, pada prinsipnya program BSPS bertujuan meningkatkan prakarsa masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa meningkatkan kualitas rumah yang sehat, nyaman dan layak dihuni.

Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai dan bahan bangunan, dimana terdapat  12 kabupaten di Provinsi Papua selaku penerima manfaat di tahun 2017 yakni Nabire, Biak, Supiori, Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Tolikara, Deiyai, Merauke, Sarmi, Waropen, Kepulauan Yapen, dan Jayawijaya.

“Program ini menelan dana sekitar Rp 80 milyar. Tiap dana bantuan berbeda antara wilayah di Papua. Daerah pesisir per rumah Rp 15 juta sedangkan daerah gunung Rp 30 juta, dimana kita salurkan lewat rekening tabungan Bank Papua,” tutup Soltip.

Sebelumnya, di hari yang sama, Staf Khusus Gubernur Papua Bidang Ekonomi, Sony Krisifu, didampingi
Kepala SNVT Penyedia Perumahan Provinsi Papua, Malikidin Soltip, mewakili Gubernur Papua menyerahkan secara simbolis dana dan bahan bangunan perbaikan rumah dalam program yang sama kepada empat perwakilan penerima manfaat  di Kabupaten Supiori.

“Kita harapkan dukungan dari bupati setempat agar bisa membantu Satker menyelesaikan targetnya 550 rumah tahun ini. Jika sukses, tahun depan, Satker akan tambah,” tandasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga