Rumaropen : Berkas Perkara Laka Lantas di Mamra Siap Disidangkan

Pasca menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resort Mamberamo Raya, AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM bersama jajarannya sudah langsung diperhadapkan pada sejumlah kasus seperti kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) dan pembunuhan.
Share it:
AKBP Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM
Mamra, Dharapos.com
Pasca menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resort Mamberamo Raya, AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM bersama jajarannya sudah langsung diperhadapkan pada sejumlah kasus seperti kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) dan pembunuhan.

Terkait penanganan kasus Laka lantas, berkas perkara pelaku atas nama CT telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jayapura untuk segera menjalani proses sidang.

Pelaku dalam kasus ini dikenakan Pasal 310 Ayat 12 dan Ayat 4 UU Laka Lantas dan UU Lalu Lintas dan Jalan dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara.

Kepada Dharapos.com, Rumaropen kemudian menuturkan kronologis awal terjadinya laka lantas yang menyebabkan korban atas nama DA (24) meninggal dunia.

Laka lantas tersebut terjadi pada 3 April 2017 lalu tepat pukul 02.30 WIT, dimana kejadian berawal saat sebuah mobil tangki air yang bergerak dari arah Pemda 1 menuju bandara dengan kecepatan tinggi.

“Saat itu, mobil tangki air yang dikemudikan pelaku CT beriringan dengan DA, yang mengendarai kendaraan roda dua,” urainya, Selasa (2/5).

DA yang sehari-harinya bertugas sebagai pegawai kontrak di RS Bergerak Mamra juga diketahui masih merupakan teman dari pelaku (sopir) dan sebelum terjadi laka lantas, keduanya mengonsumsi minuman keras (miras) bersama.

Lanjutnya, pelaku dan korban yang saat itu sudah dalam kondisi di bawah pengaruh miras sama-sama melarikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi hingga kemudian DA berhasil mendahului mobil yang dikendarai pelaku.

Tak lama berselang, pelaku kaget ketika melihat di depannya ada motor yang berlari dengan kecepatan rendah yang tak lain adalah DA sendiri.

Karena kaget, pelaku bermaksud menghindar dengan membanting setir ke arah kanan namun kendaraan yang dikemudikannya sempat menyenggol bagian sisi kiri motor korban.

Mobil yang sudah tak bisa dikendalikan akhirnya keluar dari bahu jalan dan tercebur ke rawa, sedangkan korban langsung terhempas jatuh terkapar di atas jalan raya.

Korban sempat dilarikan ke RS Bergerak Kasonaweja, namun diduga karena terjadi benturan keras di kepala, sehingga membuat nyawa korban tidak bisa tertolong lagi walau sudah dilakukan tindakan medis.

“Korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 03.00 WIT,” sambungnya.

Pelaku yang dalam keadaan panik sempat berusaha melarikan diri namun kurang dari 24 jam, namun berhasil diringkus tim dari Polres Mamra dan menjalani pemeriksaan hingga kemudian digiring ke tahanan Polda Papua.

Lebih lanjut, jelas perwira 2 melati tersebut, pelaku saat ini telah diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Jayapura.

“Mulai dari proses penyidikan tahap pertama di Mamberamo Raya dan dititip sementara di Mapolda Papua dan kini telah diserahkan ke jaksa untuk proses tahap dua,” jelasnya.

Diakui, mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jayapura ini, sebenarnya aktivitas publik di ibukota kabupaten Mamra pada jam-jam seperti itu termasuk sepi atau tidak ramai seperti daerah-daerah lain.

“Tetapi karena dipengaruhi minuman keras maka baik pengendara roda empat maupun roda dua yang tadinya minum bersama lalu mereka keluar beriringan dari kompleks dengan kendaraan masing-masing. Namun karena pelaku mabuk berat sehingga pandangannya tidak sanggup melihat ke depan hingga akhirnya menabrak kendaraan korban,” akuinya.

Menyikapi kejadian tersebut, Rumaropen berpesan kepada seluruh masyarakat Mamra agar lebih berhati-hati saat mengendarai kendaraan terlebih lagi menjauhi miras karena dampak yang ditimbulkan berakibat fatal.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga