TNI Amankan 2 Pembawa Ganja di Perbatasan RI - PNG

Dua orang yang salah satunya diduga oknum mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi di Kota Jayapura bersama rekannya yang juga calon mahasiswa kedapatan membawa ganja kering di pintu gerbang lintas batas RI - PNG Skouw.
Share it:
Kedua pelaku dan barang bukti hasil kejahatan pasca diamankan Satgas Pamtas RI – PNG Yonif 432/WSJ
Jayapura, Dharapos.com
Dua orang yang salah satunya diduga oknum mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi di Kota Jayapura bersama rekannya yang juga calon mahasiswa kedapatan membawa ganja kering di pintu gerbang lintas batas RI - PNG Skouw.

Keduanya langsung diamankan oleh Anggota Satgas Pamtas RI – PNG Yonif Para Raider 432/WSJ.

Dua oknum mahasiswa ini adalah Jermias Aitumpi Wainggai (27) dan Djumadi Jauhari Seri (17) diketahui beralamat di Kotaraja, Kota Jayapura.

"Keduanya ditangkap sekitar pukul 14.30 WIT oleh anggota pos jaga Tim Walet 1 Satgas Yonif Para Raider 432/WSJ setelah mencurigai keduanya yang sedang melintas di pintu pos perbatasan RI - PNG," kata Pasintel Satgas Pamtas RI-PNG Lettu Inf. Muh Tafin Soleh S.Pd.I di Jayapura, Minggu (28/5).

Kronologis awalnya, dua anggota Satgas memanggil dan menanyakan kedua pelaku yang terpantau gerak-geriknya mencurigakan.

Kemudian anggota Satgas yang berjaga memanggil anggota lain untuk melaksanakan pemeriksaan di pos jaga.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif hingga dilakukan penggeledahan, ternyata yang bersangkutan kedapatan membawa 6 bungkus ganja kering yang disimpan di celana dalamnya.

Kedua pelaku tersebut langsung digiring ke Poskotis Satgas Yonif Para Raider 432/WSJ untuk dimintai keterangan awal.

“Dalam pemeriksaan yang bersangkutan mengaku mahasiswa semester VII di salah satu perguruan tinggi di Jayapura dan temannya adalah seorang calon mahasiswa yang tahun ini juga akan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jayapura,”  terang Lettu Inf. Muh Tafin.

Hasil pemeriksaan sementara, keduanya mendapatkan ganja dari Papua Nugini, dan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pendalaman kedua oknum tersebut diperoleh informasi adanya jaringan warga PNG yang rutin menyuplai ganja ke Indonesia.

“Setelah cukup bukti dari pemeriksaan secara intensif dan juga pengecekan barang bukti dan didokumentasikan lalu 2 pelaku tersebut diserahkan ke pos polisi perbatasan karena sudah menjadi wewenang tugas dan tanggung jawab Polisi untuk pengusutan lebih lanjut,” tandasnya.

Diakuinya, selama ini wilayah perbatasan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka-mereka yang mempunyai kepentingan untuk menyalahi aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Lettu Inf. Muh Tafin pun menegaskan, dengan ditangkapnya kedua orang ini, Satgas Pamtas RI-PNG sebagai penanggung jawab atas keamanan dan ketertiban lingkungan pintu perbatasan Negara yang berada Skouw akan memperketat lagi pola-pola penyelundupan seperti ini.

“Didapat informasi dan keterangan dari Satgas satuan lain yang sudah bersinergi dengan baik maka sebagai pintu masuknya ganja asal PNG ke Indonesia khususnya tujuan Kota Jayapura, Untuk mengantisipasi hal tersebut Satgas Pamtas RI-PNG akan melakukan razia di pintu-pintu masuk tanpa harus ada perencanaan," tegasnya.

Hal ini juga akan dilakukan dengan bersinergi serta kerja sama tukar informasi antara Satgas Pamtas Yonif Para Raider 432/WSJ dengan Kepolisian serta pihak-pihak terkait untuk bisa menggagalkan penyelundupan ganja dari Papua Nugini masuk ke Indonesia.

“Prajurit Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia - Papua Nugini (PNG) sudah mengetahui dan mempelajari terus bagaimana pola yang dilakukan sindikat ini untuk bisa memasukkan ganja dengan berbagai cara sebab sepanjang garis batas di sektor Utara ini. Banyak jalan tikus sehingga pikir mereka bisa di lewati para bandar ganja atau lainnya namun di sinilah peran Personel Satgas Pamtas  dan Polisi serta pihak terkait untuk mencegah upaya penyelundupan di sepanjang Perbatasan RI-PNG," imbuhnya.

Di sela-sela waktunya Komandan Satgas Letkol Inf. Ahmad Daud yang baru kembali dari anjang sananya ke seluruh Pos yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya di sektor utara ini menjelaskan bahwa perbatasan Negara  RI – PNG sangat rawan penyeludupan narkoba khususnya ganja, karena dari informasi memang tanaman ganja di wilayah PNG sangat bebas dan pemasarannya yang sangat menjanjikan adalah ke wilayah Negara Indonesia.

"Terbukti hasil dari upaya penggagalan oleh Prajurit Pamtas Yonif Para Raider 432/WSJ tadi adalah sejak masuk bulan pertama dalam tugasnya sudah bisa menangkap dua oknum mahasiswa yang kedapatan membawa ganja dari Negara PNG," jelasnya.

Tentunya keberhasilan ini adalah awal dari upaya pihaknya untuk cegah dan deteksi dini dimana Satgas ini mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat besar untuk keamanan dan ketertiban perbatasan antara RI dengan PNG.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: