Wali Kota Kutuk Keras Aksi Pembunuhan di Kota Jayapura

Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomo Mano, MM mengutuk keras aksi pembunuhan yang terjadi di atas tanah Port Numbay.
Share it:
Wali Kota bersama Kapolda Papua, Dandim 1701/Jayapura, Kapolres Jayapura Kota serta
Wakil Ketua DPRD Kota saat acara Coffee Morning, Rabu (24/5) 
Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomo Mano, MM mengutuk keras aksi pembunuhan yang terjadi di atas tanah Port Numbay.

Orang nomor satu di provinsi  paling timur Indonesia ini menegaskan bahwa tidak boleh ada kekerasan di atas tanah  dan negeri ini.

“Tidak boleh ada darah mengalir di atas tanah dan negeri saya ini, tidak boleh ada pemerkosaan dan pencurian di atas tanah dan negeri ini, tidak boleh ada kemabukan di atas tanah negeri ini," penegasan ini disampaikannya saat menghadiri acara Coffee Morning Walikota Jayapura bersama Kapolda Papua, Irjen. Boy Rafli Amar, Muspida Kota Jayapura, pimpinan OPD, Lembaga adat, tokoh masyarakat, adat, agama, pemuda dan tokoh perempuan, bertempat di hotel Said Papua, Rabu (24/5).

Turut hadir pula, pimpinan ormas, paguyuban serta pimpinan parpol.

Coffee Morning ini dalam rangka membangun kebersamaan mewujudkan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura periode 2017 – 2022.

Pria yang akrab disapa BTM ini menghimbau kepada seluruh pimpinan paguyuban bahkan para kepala suku untuk bisa mengatur masyarakat dengan baik agar tidak melakukan kekerasan di Port Numbay.

“Kota Jayapura merupakan rumah kita bersama sehingga saya tidak membeda-bedakan siapa pun yang hadir dan tinggal di tanah ini untuk bekerja mencari nafkah karena semuanya adalah orang Port Numbay,” imbuhnya.

BTM juga mengingatkan pesan Presiden RI Joko Widodo kepada dirinya selaku Wali Kota untuk menjaga Kota Jayapura sebagi bagian dari NKRI dan menjaga nasionalisme serta memeliharanya dengan baik.

“Saya ingin melindungi dan mengayomi masyarakat di kota ini dengan baik agar dapat melakukan usaha demi kelangsungan hidup mereka tanpa ada gangguan apa-apa. Karena kematian adalah milik Tuhan, kapan dan waktunya adalah hak Tuhan dan bukan di tangan manusia,” cetusnya.

BTM pun kembali mengajak semua pihak untuk menyatukan tekad dan pikiran sesuai dengan moto Kota Jayapura "Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemulihan Nama Tuhan".

“Kemuliaan nama Tuhan harus tercermin di Kota Jayapura,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga