Wali Kota : Mari Kita Semua Jaga Tanah Papua yang Damai

Menyikapi situasi Kota Jayapura pasca rusuh warga, Kamis (25/5), akibat unsur ketidaksengajaan oknum TNI atas pembakaran kitab yang di duga Alkitab, Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menggagas pertemuan bersama Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cendrawasih, tokoh agama dari berbagai denominasi gereja, tokoh adat, paguyuban, para imam, pendeta, tokoh pemuda bersama masyarakat setempat.
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menggagas pertemuan bersama Kapolda Papua, Pangdam XVII/
Cendrawasih, tokoh agama dari berbagai denominasi gereja, tokoh adat, paguyuban, para imam, pendeta, tokoh
pemuda bersama masyarakat setempat menyikapi situasi Kota Jayapura pasca rusuh warga, Kamis (25/5)
Jayapura, Dharapos.com 
Menyikapi situasi Kota Jayapura pasca rusuh warga, Kamis (25/5), akibat unsur ketidaksengajaan oknum TNI atas pembakaran kitab yang di duga Alkitab, Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menggagas pertemuan bersama Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cendrawasih, tokoh agama dari berbagai denominasi gereja, tokoh adat, paguyuban, para imam, pendeta, tokoh pemuda bersama masyarakat setempat.


Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Sian Soor, kantor Wali Kota, Jumat (26/5) yang di pimpin langsung oleh Wali Kota.

Turut hadir pula Wakapolda Papua, Kasdam XVII/Cenderawasih, Wakil Kapolresta Jayapura , Dandim 1701 Jayapura, Sekretaris Daerah Kota, para pimpinan OPD, Wakil ketua dan anggota DPRD Kota Jayapura, pengurus PGGS Kota, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota, Ketua FKUB Kota, Ketua Muhammadiyah dan  Ketua NU Kota Jayapura, KNPI, Ormas pemuda, serta Ketua HMI Papua dan Papua Barat.

Mengawalinya, Wali Kota mengajak  para pendeta, ustad dan seluruh tokoh yang mempunyai umat untuk sama-sama memberikan kesejukan kepada umat masing-masing.

"Kalau  ada tepung di rambut, mari kita cabut rambut itu supaya rambut yang lain tidak terkena dengan tepung yang ada di rambut itu. Supaya umat kita menjadi  aman, damai dan sejahtera karena Kota Jayapura adalah  rumah, honai dan istana kita kota Jayapura.

Untuk itu, pria yang akrab disapa BTM ini kembali mengajak semua pihak untuk bersama-sama berkomitmen bahwa tanah Papua dan Kota Jayapura adalah tanah damai yang diberkati Tuhan.

Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen. TNI. George L. Supit pada kesempatan tersebut mengatakan kejadian yang terjadi kemarin  tidaklah  diinginkan bersama.

“Untuk itu, mari kita semua menahan diri, agar jangan sampai terjadi seperti kejadian-kejadian di waktu lalu yang tentunya berakibat pada kerugian baik personil dan material. Masyarakat secara umum di lingkupi rasa ketakutan yang mendalam, sehingga kita tidak bisa beraktivitas dengan baik, hanya karena ulah beberapa orang membuat kita situasi semakin mencekam,” imbuhnya.

Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen. TNI. George L. Supit saat menyampaikan pernyataannya
Pangdam kembali mengajak semua  pihak agar dalam menghadapi berbagai persoalan tetap mengedepankan hati yang tenang dan berkepala dingin serta tidak dengan emosi.

“Dengan begitu, kejadian-kejadian tersebut tidak membesar hingga menimbulkan rasa was-was atau pun rasa ketakutan seluruh warga Kota Jayapura,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut Pangdam mengingatkan seluruh umat untuk tetap mengedepankan kasih.

“Saya sebagai orang Kristen dan saudara-saudara semuanya bahwa kita harus mengedepankan kasih karena kasih adalah diatas segala-galanya. Tanpa kasih maka kita tidak bisa hidup berdampingan dan tidak bisa hidup dengan damai,” pintanya.

Pangdam yang baru saja menjabat juga memastikan bahwa oknum anggotanya tidak dengan sengaja melakukan pembakaran yang di duga Alkitab itu.

“Apalagi  yang bersangkutan adalah juga penganut Katolik,” cetusnya.

Olehnya itu, Pangdam berjanji untuk bertanggung jawab sepenuhnya  terhadap kejadian tersebut dan akan memproses anggota yang melakukan tindakan pembakaran terhadap buku yang diduga sebagai Alkitab itu.

Walaupun anggotanya lupa atau lalai, namun Pangdam berjanji akan memproses kasus tersebut dengan sebenar-benarnya dan secara terbuka.

“Karena itu, kami pun memohon kepada semua peserta pertemuan pada saat ini untuk kita memberikan kesejukan dan memberikan penerangan yang benar kepada umat masing-masing. Sehingga kejadian ini tidak ada akses atau berkelanjutan yang bisa membuat tidak kondusif wilayah yang sudah aman ini,” pintanya.

Ditambahkan pula, pembakaran yang dilakukan terhadap buku yang diduga kitab suci umat Kristen tersebut tanpa ada maksud lain atau yang intinya tidak disengaja.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: