Yoseph Tampil Sebagai Jawara Lomba Nyanyi Solo 2 Abad Pattimura

Grand Final Lomba Nyanyi Solo dalam rangka memperingati 2 Abad Pattimura atau ke 200 tahun, digelar Sabtu (13/5) sore berlangsung ketat.
Share it:
Sekum IKEMAL di Tanah Papua, Rasmus D. Siahaya, SH, MM saat menyerahkan hadiah bagi
juara pertama Lomba Nyanyi Solo dalam rangka peringatan 2 Abad Pattimura
Jayapura, Dharapos.com
Grand Final Lomba Nyanyi Solo dalam rangka memperingati 2 Abad Pattimura atau ke 200 tahun, digelar Sabtu (13/5) sore berlangsung ketat.


Babak Final yang digelar di Audiotorium RRI Jayapura, Sabtu (13/5) turut di saksikan Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di Tanah Papua, Rasmus D. Siahaya, SH, MM dan pengurus IKEMAL Kota Jayapura maupun Papua, serta Ketua Panitia 2 Abad Pattimura Ir. L. J. Lekenila.

Ke 15 finalis yang tampil dengan beragam talenta berhasil memukau para penonton juga dengan ekspresi yang berbeda-beda.

Pantauan media ini, para finalis saling bersaing menampilkan teknik menyanyi yang begitu mempesona dengan lagu wajib dan lagu pilihan masing-masing.

Para orang tua dan pendamping bahkan penonton yang menyaksikan kebolehan peserta yang masih berumur 9 - 15 tahun, dibuat terlena menyaksikan tarikan nada yang cukup membuat penonton terharu.

Mengawali Grand final, peserta atas nama Marthen L. Ralahalu membawakan lagu wajib BUNDA dan lagu pilihan berjudul TANAH PAPUA.

Sejumlah peserta seperti Euro Yoseph yang masih berusia 11 tahun asal Papua berhasil tampil memulau dengan tembang andalannya berjudul “AWIN”.

Yoseph dengan suara yang begitu khas dan merdu mampu membuai penonton dalam penampilan yang menghipnotis.

Begitu pula, peserta atas nama Aprillian Silooy yang membawakan lagu wajiib BUNDA dan lagu pilihan BETA BERLAYAR JAUH, juga mampu menunjukkan penampilan yang maksimal.

Ketua Panitia Ir. L. J. Lekenila saat menyerahkan hadiah dan uang pembinaan kepada  Aprillian Silooy 
Para penonton pun dibuat hanyut dalam penampilan anak Maluku yang masih duduk di bangku SD ini seolah-olah dibawa menelusuri keindahan perjalanan di tanah leluhur yang dikombinasikan suara unik dan merdu, dengan musik khas Ambon.

Akhirnya, Dewan Juri yang terdiri dari Seno Krates selaku ketua, Seltina Layaan dan Joni wenas telah memastikan 6 peserta yang keluar sebagai juara.

Dimana Juara Teladan I diraih oleh  Euro Yoseph, 11 tahun asal Papua yang berhasil mengumpulkan nilai 1.925.

Kemudian, Juara tTeladan 2 diraih oleh Aprillian Silooy dengan perolehan nilai 1.923 sementara Juara Teladan 3 diraih oleh Keziah Kambu dengan perolehan nilai 1920.

Sedangkan untuk juara harapan, berturut-turut Teladan Harapan 1 diraih oleh Jesica Molet dengan nilai 1912, Teladan Harapan 2 nilai 1908 diraih oleh Imanuel Paays serta Juara Teladan Harapan 3 dengan jumlah nilai 1903 diraih Alexander Putra Dosinaen.

Ketua Dewan Juri, Seno Krates mengatakan bahwa semua penyanyi tampil dengan baik hanya tekniknya yang masih perlu diperhatikan seperti nada rendah mencapai nada yang tinggi bahkan ada yang tidak kesampaian.

Untuk itu, dirinya meminta kepada para orang tua untuk selalu membina dan tidak hanya karena lomba saja tetapi harus diperhatikan karena bernyanyi merupakan talenta-talenta yang dimiliki orang Papua dan Maluku.

“Kami berharap agar semua yang bernyanyi, setiap hari harus berlatih dan berlatih untuk mencapai yang terbaik,” dorong Seno.

Ia juga menyoroti soal ekspresi di atas pentas yang juga harus diperhatikan terlebih kata-kata yang dilantunkan harus dikuasai dengan baik.

“Penampilan di atas pentas juga harus diperhatikan karena ekspresi muncul dari dalam hati sehingga apa yang betul-betul dinyanyikan benar-benar menyentuh hati para penonton,” tukasnya.

Awal lomba di mulai diikuti oleh 46 peserta, hingga kemudian hasil penilaian dewan juri diperoleh 15 peserta terbaik yang layak tampil di grand final.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: