2017, Kasus Kekerasan pada Anak di Kota Jayapura Meningkat

Pemerintah kota melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A-KB) Kota Jayapura telah melaksanakan kegiatan Advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).
Share it:
Petronela Anitu, SKM, MM
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah kota melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A-KB) Kota Jayapura telah melaksanakan kegiatan Advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada para remaja atau generasi genre (berencana) menghindari pernikahan dini, seks bebas, HIV/AIDS dan narkoba

“Dalam kegiatan ini kami melibatkan para remaja siswa dan siswi dari jenjang SMA dan SMK di kota Jayapura dan juga remaja yang ada di 14 kampung,” terang Sekretaris Dinas P3A-KB Kota Jayapura, Petronela Anitu, SKM, MM, yang dikonfirmasi, Selasa (20/6).

Dikatakan, untuk kasus yang menimpa anak di Kota Jayapura pada tahun 2017 hingga Juni mencapai 25 kasus meningkat dibanding 2016 yang hanya sebanyak 16 kasus.

“Dari 25 kasus tersebut yang tertinggi adalah pelecehan seksual sebanyak 24 kasus,” urainya.

Diakuinya,  kasus yang berkaitan dengan anak di Kota Jayapura ini ibarat gunung es, dalam hal ini ada kasus yang terdeteksi dan telah dilaporkan namun tentu tidak sebanding dengan yang belum terdeteksi.

Olehnya itu, bakal diadakan kegiatan dalam rangka menyukseskan Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, pihak Dinas P3A-KB bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia Papua akan mengampanyekan Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA).

Dinas P3A-KB Kota Jayapura juga mengharapkan keterlibatan CSR yang bertanggung jawab terkait sosial dan program apa saja yang dibuat untuk membantu Pemkot. Begitu juga dukungan dari tokoh agama dan adat guna menyukseskan kegiatan dimaksud.

Untuk itu, Petronela pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk sama-sama melakukan gerakan berlian demi melindungi anak terhadap tindakan kekerasan.

“Bukan saja pemerintah yang mempunyai tanggung jawab untuk melindungi anak namun peran masyarakat dan orang tua juga bisa membantu pemerintah kota Jayapura begitu juga tokoh adat  dan tokoh agama,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga