Eksistensi Pengusaha Papua Masih Terkendala Dilema Pemerintah

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PAN Daerah Pemilihan Papua, H. Jamaluddin Jafar, SH, MH melakukan Safari Ramadhan ke warga di Mushola Firdaus Asso, Kampung Mateo, Kelurahan Angkasa.
Share it:
H. Jamaluddin Jafar, SH, MH 
Jayapura, Dharapos.com 
Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PAN Daerah Pemilihan Papua, H. Jamaluddin Jafar, SH, MH melakukan Safari Ramadhan ke  warga di Mushola Firdaus Asso, Kampung Mateo, Kelurahan Angkasa.

Safari Ramadhan yang di lakukan ini masih dalam suasana kunjungan kerja perorangan masa sidang ke V Tahun 2017.

Pada momen tersebut Jamaluddin turut menyerahkah bantuan dana dan puluhan karton Sarimi yang  di terima pengurus masjid, Andiman Asso.

Jamaluddin yang dikonfirmasi usai acara,  mengaku hingga saat ini Papua masih kekurangan sumber daya manusia, khususnya putra daerah.

Padahal pemerintah telah memberikan berbagai kelonggaran melalui Keppres yang diterbitkan yang tentunya dalam menggarap satu pekerjaan.

“Warga asli Papua sudah menjadi pengusaha tapi tidak di perhatikan sehingga ini menjadi satu dilema bagi pemerintah padahal pemerintah sendiri menginginkan SDM dan masyarakatnya maju,” bebernya.

Sementara, di lain pihak, Pemerintah masih memberikan batasan-batasan, terutama dalam pekerjaan-pekerjaan yang bersumber dari APBN maupun APBD yang tentunya ada jangka waktu pekerjaan.

Dalam hal ini terkait kualitas pekerjaan dan waktu pekerjaan, sehingga banyak pengusaha pemula yang sulit untuk beradaptasi karena regulasi aturan yang diterapkan pemerintah.

“Sangat disayangkan masih banyak pekerjaan yang dikerjakan oleh pengusaha Non Papua yang seharusnya dikerjakan oleh putra daerah asli,” sesalnya.

Hal ini tentu menjadi satu tantangan bagi Pemerintah daerah, dalam memberikan kelonggaran pemberdayaan.

Memang diakui Jamaluddin, sangat dibutuhkan satu keuletan untuk bekerja, dan juga dalam memanajemen keuangan.

Olehnya itu, dirinya berharap jika pemerintah memberikan satu pekerjaan tentu dibarengi dengan
pendampingan dan memberikan pengetahuan mengelola satu manajemen perusahaan.

“Tentunya dalam mengelola keuntungan yang ada, agar jika ada biaya untuk mengerjakan satu pekerjaan maka harus ada modal juga yang dimiliki untuk berekspansi,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Papua

Masukan Komentar Anda:

0 comments: