Komsos yang Digelar Kodim 1712/Sarmi Juga Bahas Sejumlah Persoalan

Komando Distrik Militer (Kodim) 1712/Sarmi menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama Pemerintah setempat dan segenap komponen masyarakat.
Share it:
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemda dengan Kodim 1712/Sarmi tentang
peningkatan wawasan kebangsaan dan bela negara di wilayah setempat
Sarmi, Dharapos.com
Komando Distrik Militer (Kodim) 1712/Sarmi  menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama Pemerintah setempat dan segenap komponen masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan pada Kamis (29/6) di aula Diklat Pemda Kabupaten Sarmi ini selain bertujuan untuk menekan isu peringatan pengibaran bendera Bintang Kejora 1 Juli di wilayah Papua khususnya di Sarmi juga membahas sejumlah persoalan yang masih menjadi masalah di daerah tersebut.

Selain Dandim 1712, Letkol Arm. Hendra Pesireron, turut hadir pula Bupati Drs. Eduard Fonataba, MM, Kapolres AKPB. Saul Isak Saukoli, Ketua DPRD setempat bersama para tokoh adat dan tokoh agama serta pimpinan OPD lingkup Kabupaten Sarmi.

Kapolres AKPB. Saul Isak Saukoli menegaskan Pilkada Kabupaten Sarmi telah dilalui dengan baik dan kini masyarakat di Papua sedang bersiap menghadapi Pilgub di 2018 mendatang.

“Karena itu, mari kita jaga bersama agar situasi ini bisa tetap aman dan kondusif,” ajaknya.

Kapolres kemudian menyinggung sejumlah persoalan di Kabupaten Sarmi seperti masalah kayu.

“Yang sekarang kita lihat tiap hari di angkut ke Jayapura dan hal itu nanti kita atasi secara perlahan,” janjinya.

Begitu pula masalah ilegal fishing, soal harga ikan di Sarmi lebih mahal dari Jayapura sehingga dirinya menghimbau agar para penjual ikan harus tetap jualan di Sarmi.

Kapolres juga menyoroti masalah peredaran minuman keras (keras) yang selama ini menjadi penyebab timbulnya berbagai tindak kejahatan.

“DPRD diharapkan segera mengetok palu untuk membasmi peredaran miras di Sarmi termasuk juga  masalah narkoba dan prostitusi terselubung yang juga semakin marak di daerah ini dan butuh penanganan secara bersama dengan berbagai pihak,” lanjutnya.

Untuk masalah keamanan menyongsong 1 Juli, Kapolres berharap tidak ada gerakan-gerakan yang meresahkan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sarmi Drs. Eduard Fonataba menyoroti soal tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Ia pun mengajak semua pihak untuk bercermin dari TNI/POLRI karena meski mereka harus bertanggung jawab atas keamanan daerah atau negara, kegiatan seperti ini yang mereka lakukan juga tetap berjalan.

“Kita di sipil juga punya SOP tapi kita belum bisa memaksimalkannya. Jadi intinya kita harus mengabdi jangan kepada orang tapi kepada sistem,” tegasnya.

Kepada  Dandim, Bupati juga meminta agar pertemuan tersebut dijadwalkan kembali dengan menghadirkan seluruh SKPD setempat karena mereka juga adalah abdi negara.

Ia menambahkan, ke depannya Pemda akan berupaya untuk menjangkau beberapa kampung di Apawer Hulu yang  hingga saat ini belum terhubung dan untuk menjangkaunya harus menempuh jarak sejauh 100 Km lebih.

Olehnya itu, Bupati sangat mengharapkan dukungan semua pihak dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat di seluruh Kabupaten Sarmi.

“Mari kita hidup bersama sebagai umat manusia melalui hati dan tindakan yang tulus,” tukasnya.

Pada momen yang sama, turut pula dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemda dengan Kodim 1712/Sarmi tentang peningkatan wawasan kebangsaan dan bela negara di wilayah setempat.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga